Berita Jawa Tengah
Keluarga Pengantin Buka Suara, Syaqrun Beberkan Fakta Pernikahan Berujung Duka di Semarang
Acara pernikahan menjadi klaster baru penularan Covid-19 lantaran diduga melanggar ketentuan protokol kesehatan dalam PKM Kota Semarang. Ini kisahnya.
"Habisnya sekira Rp 300.000 per orang."
"Hasilnya sebagian besar negatif tapi ada dua yang positif Covid-19."
"Mereka OTG diisolasi mandiri di rumah dan salah satunya sempat isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang," ujarnya.
Selanjutnya, selang beberapa hari kemudian Dinkes Kota Semarang melakukan swab test kepada puluhan tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan tersebut.
"Dinkes Kota Semarang melakukan swab test pada hadirin yang datang."
"Keluar hasilnya negatif semua," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, terkait soal takmir masjid yang ikut akad pernikahan berjumlah sembilan orang itu, menurutnya tidak benar.
Berdasarkan undangan, takmir masjid yang datang itu hanya empat orang.
"Bukan sembilan takmir masjid, tapi empat takmir masjid yang ikut akad pernikahan."
"Salah satunya memang positif Covid-19."
"Tapi setelah swab kedua hasilnya sudah dinyatakan negatif," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disebut Pernikahan Penuh Duka karena Corona, Keluarga Pengantin di Semarang Angkat Bicara"
• Kisah Guru Penghayat Kepercayaan di Cilacap, Muslam Belum Merasakan Dapat Gaji Sejak 2015
• Orang Stres Meningkat Drastis di Jawa Tengah, Pemicu Utama Faktor Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19
• Target Capai Lima Persen, Total Warga Jalani Rapid Test Massal di Kota Semarang
• Candi Cetho Karanganyar Sudah Dibuka Lagi, Sementara Hanya Terima Wisatawan Asal Jateng-DIY