Berita Kriminal

Tak Diberi Uang Rokok, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung, Gorok Leher lalu Ditinggal ke Warung Kopi

Tak Diberi Uang Rokok, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung, Gorok Leher lalu Ditinggal ke Warung Kopi

net.
Ilustrasi pelaku pembunuhan menggunakan senjata tajam - Seorang anak tega membunuh ibu kandungnya gara-gara tak diberi uang rokok Rp20.000. Selesai menggorok leher ibu kandungnya, si anak pergi ke warung kopi dan meninggalkan mayat sang ibu begitu saja. 

“Pelaku datang minta uang Rp300.000. Sang ibu bilang tidak punya uang. Lalu dia minta Rp20.000 buat beli rokok. Tapi ibunya bilang tidak ada uang juga, si anak mengancam. Ibunya bilang silakan gorok leher saya, biar saya dapat surga. Mendengar ucapan ibunya, dia geram lalu menggorok leher ibunya.” 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Gara-gara kesal tak diberi uang rokok Rp20.000, seorang anak tega membunuh ibu kandungnya.

Setelah menggorok leher ibu kandungnya menggunakan pisau dapur, si anak lalu pergi begitu saja ke warung kopi, dan mengunci pintu rumahnya dari luar.

Adalah NS (40), warga Desa Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri bernama Fatimah Sulaiman (63).

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (8/6/2020). Saat kejadian itu, pelaku datang menemui korban untuk minta uang sebesar Rp300.000.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Tega! Puluhan Juta Rupiah Dana Bansos Covid-19 untuk Lansia Dikorupsi, Polisi Lakukan Ini

Menteri Agama Segera Surati Arab Saudi, Minta Dipahami Kebijakan Pembatalan Ibadah Haji

Sidang Online Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi, Begini Saran Ombudsman RI untuk MA

Lantaran korban tak punya uang, pelaku kembali meminta uang kepada korban untuk beli rokok.

“Pelaku datang minta uang Rp300.000. Sang ibu bilang tidak punya uang."

"Lalu dia minta Rp20.000 buat beli rokok. Tapi ibunya bilang tidak ada uang juga,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi, Selasa (9/6/2020).

Dibunuh dengan pisau dapur

Merasa kesal tak diberi uang tersebut, pelaku kemudian mengambil pisau dapur dan digunakan untuk menodong korban.

Mengetahui hal itu, korban bukannya takut justru mempersilakan pelaku jika ingin membunuhnya.

“Ibunya bilang silakan gorok leher saya, biar saya dapat surga. Mendengar ucapan ibunya, dia geram lalu menggorok leher ibunya,” jelas Rustam.

Akibat perbuatan sadis pelaku, korban tewas seketika itu juga.

Bukannya merasa menyesal, pelaku justru langsung meninggalkan korban tergeletak bersimbah darah.

Pergi ngopi di warung

Setelah membunuh ibunya tersebut, sambung Rustam, pelaku pergi meninggalkan rumah dan menguncinya dari luar.

Pelaku kemudian pergi ke warung kopi.

Setelah itu, korban kembali pulang dan berpura-pura sedih melihat ibunya tewas.

Saat itu pelaku melapor ke tetangga dan mengatakan jika ibunya ditemukan meninggal di rumah.

Mengetahui hal itu, tetangga korban langsung melaporkannya ke polisi.

Kasus pembunuhan itu terungkap saat polisi menemukan adanya kejanggalan pada tewasnya korban.

Pasalnya, selain ditemukan luka bekas gorokan di leher, kondisi rumah saat itu terkunci dari luar.

Mengetahui hal itu, polisi menduga pelakunya orang dekat korban.

Pelaku ditangkap

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara, polisi akhirnya menetapkan NS atau anak kandung korban tersebut sebagai tersangka.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya.

Adapun motifnya, karena pelaku merasa kesal karena tak diberi uang Rp20.000 untuk beli rokok oleh korban.

Saat ini, pelaku sudah ditahan dan beberapa barang bukti juga sudah diamankan, seperti pakaian korban dan pisau dapur yang digunakan untuk melakukan pembunuhan.

“Dia sudah kita tahan, kini kita lengkapi berkas-berkas penyidikannya,” pungkas AKP Rustam. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Detik-detik Ibu Dibunuh Anak Kandung karena Tak Diberi Uang Rp 20.000

PT Garuda Tauberes Indonesia Tutup, Ini Daftar 51 Anak - Cucu BUMN yang Dipangkas Erick Thohir

Kasus Pembacokan di Banyumas, Kesal Karena Ibu Pelaku Menangis, Korban Tagih Utang Rp 100 Ribu

Dr Sucipto Hadi Purnomo Gugat Rektor Unnes, Besok Rabu Sidang Perdana di PTUN Semarang

Kapolri Idham Aziz Mutasi 120 Perwira Polisi, Terdiri dari Pamen dan Pati

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved