Breaking News:

Berita Kriminal

Kasus Pembacokan di Banyumas, Kesal Karena Ibu Pelaku Menangis, Korban Tagih Utang Rp 100 Ribu

Kasus pembacokan oleh warga Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas itu ternyata gara-gara pelaku ke korban saat membuat tato bersama.

tribunnews.com
ILUSTRASI Kasus pembacokan di Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - GA (19) terpaksa membacok temannya sendiri, RS (23) karena kesal telah membuat ibunya menangis.

Kasus pembacokan oleh warga Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas itu ternyata gara-gara pelaku ke korban saat membuat tato bersama.

Menurut polisi, pelaku berutang ke korban sebesar Rp 100.000.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6/2020). 

Gubernur Jateng Sangsi Kesiapan Anggaran 21 Daerah Penyelenggara Pilkada Serentak 2020

Dr Sucipto Hadi Purnomo Gugat Rektor Unnes, Besok Rabu Sidang Perdana di PTUN Semarang

Jepara Tertinggi Kasus Narkoba di Jateng, BNNP: Pandemi Covid-19 Berimbas Stres Meningkat

Senator Asal Cilacap Ini Tak Setuju Pilkada Digelar 9 Desember, Terlalu Berisiko dan Dipaksakan

"Yang utang pelaku, yang bayar ibunya."

"Utangnya Rp 190.000, baru dibayar Rp 90.000."

"Itu utang waktu pelaku dan korban membuat tato."

"Pelaku jengkel karena korban menagih ke ibunya sampai menangis," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (9/6/2020).

Saat itu korban yang merupakan warga Desa Karangkedawung, Kecamatan Sokaraja, datang untuk menagih utang tersebut kepada ibu pelaku.

Namun, di hadapan polisi, pelaku emosi melihat korban menagih ibunya hingga menangis.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved