Breaking News:

Berita Banyumas

Begini Penjelasan Kemenag Soal Dana Bipih Jamaah Haji Asal Banyumas

Uang pokoknya tidak bisa diambil karena jika diambil maka jamaah tersebut dinyatakan mengundurkan diri sebagai jamaah haji.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI - Pegawai biro perjalanan umroh di Purwokerto, Kabupaten Banyumas menata tas milik jamaah belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Akibat pandemi Covid-19, berdampak pada sekira 1.196 calon jamaah haji yang semestinya berangkat tahun ini, terpaksa diundur tahun depan.

Di Kabupaten Banyumas, jamaah haji dapat mengambil uang pelunasan.

Terutama bagi yang sudah melakukan pelunasan biaya haji sekira Rp 10 juta.

Tiga Kecamatan Kasus Tertinggi DBD di Banyumas, Dinkes: Total 209 Kasus Hingga Awal Juni

Hari Ketiga Masih Nihil, Pencarian Pemuda Warga Kawunganten, Tenggelam di Nusakambangan Cilacap

Dana Pelunasan Berangkat Haji Bisa Ditarik, Kemenag Banjarnegara: Semisal untuk Bayar Utang Dahulu

Kemenag Jateng Batal Berangkatkan 30.091 Calon Jamaah Haji, Digeser Tahun Depan

"Bagi masyarakat yang sudah melunasi sekira Rp 10 juta, itu ada mekanismenya."

"Boleh diambil dana pelunasan itu, atau tidak diambil untuk dititipkan di BPKH Kemenag."

"Dana itu memang dikelola tersendiri," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Akhsin Aedi kepada TribunBanyumas.com, Senin (8/6/2020).

Pihaknya mengatakan, jika yang boleh diambil itu adalah uang pelunasan.

Uang pokoknya tidak bisa diambil karena jika diambil maka jamaah tersebut dinyatakan mengundurkan diri sebagai jamaah haji.

Di Kabupaten Banyumas ada 1.196 jamaah yang sudah melunasi.

Terkait masa tunggu haji, dikatakannya saat ini mencapai 27 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved