Berita Sragen

Nihil Kasus Corona Selama 9 Hari, Kini Covid-19 Sragen Bertambah 2 Berasal Dari Klaster Pasar Kobong

Sempat nihil penambahan pasien positif Covid-19 selama sembilan hari, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan penambahan dua kasus baru.

Tribunbanyumas.com/ Mahafira Putri
Ilustrasi: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika mengobrol dengan warga positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, Jumat (22/5/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Sempat nihil penambahan pasien positif Covid-19 selama sembilan hari, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan penambahan dua kasus baru.

Satu pasien berjenis kelamin laki-laki dan satu pasien berjenis kelamin perempuan.

Pasien laki-laki seorang kuli di Pasar Kobong Semarang dan pasien positif perempuan seorang tenaga medis (nakes).

"Satu kasus ialah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen seorang kuli dari Klaster Pasar Kobong dan satu ialah nakes yang bekerja di RS Ortopedi Solo," terang Yuni kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (2/6/2020).

Dua Pemuda Tenggelam di Muara Sungai Lukulo Kebumen Belum Ditemukan, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Pandangan Ahli Transportasi Unsoed Tentang Dampak Pemberlakuan Jalan Satu Arah di Purwokerto

Haji Batal, Simak Cara Menarik Biaya Perjalanan Haji yang Terlanjur Dilunasi

Dampak Corona, 198 Calon Jemaah Haji Asal Kota Salatiga Batal ke Tanah Suci

Yuni melanjutkan kuli tersebut berasal dari Kecamatan Tanon sementara nakes yang bekerja di RS Ortopedi Solo merupakan warga Kecamatan Gemolong.

"Nakes ini pulang ketika idul Fitri dan berlebaran bersama keluarga ya otomatis kita melakukan tracking semua yang sudah bertemu dengan nakes ini," kata Yuni.

Meskipun penambahan dua kasus Yuni menyampaikan angka kesembuhan di Sragen telah mencapai 32 orang dan satu meninggal dunia.

Kini total pasien positif Covid-19 di Sragen menjadi 9 orang. Lima merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) Klaster Gowa dan Klaster Temboro, tiga di rawat di RSUD Solo dan satu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

"Kesiapan RS kami siap, angka kematian kami tekan begitu rendah. Tidak gugus tugas di tingkat Kabupaten Sragen saja yang bekerja tapi di tingkat desa juga," kata Yuni.

Sementara itu hasil Rapid Test massal yang dilakukan di Kecamatan Sambirejo kemarin satu orang dinyatakan reaktif Covid-19.

Hasil tersebut berdasarkan uji Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen yang keluar, Senin (1/6/2020).

Hotel di Jateng Siap Beroperasi Terapkan New Normal, Simak Protokol Kesehatan untuk Tamu

Permasalahan yang Membuat Ratusan Pilot Garuda Jadi Korban PHK

Bertambah Lagi, 2 PDP Corona di Kabupaten Tegal Meninggal Dunia, Berasal Dari Pangkah dan Margasari

Patroli New Normal di Pasar Kota Tegal, Pengunjung dan Pedagang Tak Kenakan Masker Dihukum

Sementara itu yang mengikuti pemeriksaan Rapid Test sebanyak 289 orang dan selebihnya 288 orang dinyatakan non reaktif Covid-19.

"Satu orang reaktif ini pernah menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang merupakan Pelaku Perjalanan (PP) dari Jakarta dua bulan lalu," kata Kepala DKK Sragen Hargiyanto.

Hargi menambahkan satu warga reaktif Covid-19 tersebut hari ini akan dilaksanakan pemeriksaan swab test.

Selain itu mengantisipasi penyebaran, dirinya juga sudah melakukan Rapid Test kepada anggota keluarga. (uti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved