Berita Viral

Sosok Ruslan Buton, Pernah Tersangkut Kasus Pembunuhan Dipecat TNI hingga Dijerat Pasal Berlapis

Sosok Ruslan Buton yang minta jokowi mundur dari jabatan presiden, Pernah Tersangkut Kasus Pembunuhan Dipecat TNI hingga Dijerat Pasal Berlapis

Istimewa
Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, Ruslan Buton, ditangkap polisi bersama Satgassus Merah Putih. Pecatan TNI itu ditangkap karena rekaman suaranya yang meminta Jokowi mundur dari jabatannya viral di media sosial. Saat masih sebagai anggota TNI aktif, ia pernah terlibat kasus pembunuhan, kini Ruslan dijerat pasal berlapis. 

Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat. Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Ia mengatakan solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah Jokowi rela mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - ‎Pecatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI AD), Ruslan alias Ruslan Buton ditangkap polisi karena meminta Jokowi mundur.

Ruslan yang ditangkap pada Kamis (28/5/2020) ternyata pernah terlibat kasus pembunuhan saat ia masih tercatat sebagai anggota TNI aktif.

Kini, setelah videonya yang meminta Presiden Jokowi mundur di tengah pandemi Covid-19, Ruslan dijerat pasal berlapis

Dalam video yang viral itu, Ruslan juga mengungkap solusi terbaik bangsa Indonesia, menurut dirinya.

Kapolda Sultra Irjen Merdisyam mengatakan, yang bersangkutan kooperatif saat diamankan.

Ia menjelaskan saat ini Ruslan dalam perjalanan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Panglima Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton Ditangkap Polisi, Pecatan TNI Minta Jokowi Mundur

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Songsong New Normal, Gus Yusuf: Pemerintah Juga Harus Perhatikan Pendidikan di Pesantren

Cara Mudah Konsultasi Hukum Secara Online, Unduh Aplikasi HeyLaw Ini dari Ponselmu

 "Kami di Polda hanya membantu dalam penangkapan saja."

"Kasus ditangani Mabes Polri," jelas Merdisyam, Jumat (29/5/2020) dilansir dari Tribunnews.com.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan menjelaskan, tim menyita sebuah telepon genggam beserta SIM card dan satu kartu tanda penduduk (KTP) milik  Ruslan Buton.

 Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku rekaman suara yang meminta Presiden Jokowi mundur itu adalah benar suaranya sendiri.

Ruslan membuat pernyataan terbuka kepada Presiden Joko Widodo dalam bentuk video yang viral pada 18 Mei 2020.

Di video tersebut Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat.

Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved