Larangan Mudik 2020

Pemprov Jateng Mulai Bagikan Paket Sembako ke Jabodetabek, Ganjar: Semua Pasti Dapat

Untuk tahap pertama ini sembako dari Jateng itu, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Petugas perwakilan Pemprov Jateng secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada warga asal Jawa Tengah yang berada di wilayah Jabodetabek, Sabtu (16/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seusai pendataan dan verifikasi jumlah penerima bantuan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mulai mengirimkan bantuan untuk warganya yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Bantuan itu diperuntukan warga Jawa Tengah yang telah berikhlas hati tidak mudik untuk mencegah penyebaran penularan virus corona atau Covid-19.

Janji Ganjar pun dipenuhi dengan mengirimkan 7.000 paket sembako pada tahap pertama yang dilakukan Sabtu (16/5/2020).

746 Pekerja Migran Masuk Jateng Mulai Besok, Ini Skema Dinkes Sambut Mereka

Update Virus Corona Jateng, Minggu 17 Mei: Angka Kematian Meningkat

Dinkes Jateng: Makin Tinggi Justru Makin Cepat Putus Mata Rantai Kasus Covid-19

Bila Tidak Kejatah Bantuan Pemprov Jateng, Perantau Asal Cilacap Lapor Paguyuban di Jabodetabek

"Alhamdulillah mulai Sabtu (16/5/2020) kami laksanakan janji tersebut."

"Untuk tahap pertama ini, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi."

"Jakarta, baru mereka yang ada di Jakarta Timur," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (17/5/2020).

7.000 paket sembako tersebut dirimkan ke warga asal Jawa Tengah di kota-kota besar.

Dengan rincian, warga Jakarta Timur sebanyak 2.707 paket sembako, Bogor 990 paket, Depok 1.027 paket, Tangerang 967 paket, dan Bekasi 1.309 paket.

Rencananya, pengiriman bantuan tahap selanjutnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Untuk penyalurannya kepada masyarakat di sana, Pemprov Jateng menggandeng PT Pos Indonesia.

Total warga Jawa Tengah yang tidak mudik dan sudah terverifikasi di Jabodetabek, kata dia, sejumlah 27.400.

Meskipun sampai saat ini, angkanya terus dinamis.

Pendaftarnya masih naik terus dan kemungkinan jumlahnya terus bertambah.

"Kami minta jangan ditutup pendaftarannya, kemungkinan ada yang belum terkover dan datanya bertambah."

"Termasuk cadangan bagi mereka yang tercecer, tidak terdaftar di manapun yang menghubungi saya langsung, ini harus terkover," terangnya.

Pasien Sembuh Covid-19 Wajib Isolasi Mandiri 28 Hari, Dinkes Banjarnegara: Antisipasi Kambuh Lagi

Tak Cuma Inspektur, Kepala Disnaker Purbalingga Juga Hadiri Deklarasi Relawan Bacalon Bupati

Jangan Tergiur Harga Murah, Ditemukan Telur Tidak Layak Konsumsi di Banyumas

Baru Keluar Berulah Lagi, Rampas Motor Rangga, Awalnya Minta Diantar Beli Minum di Sidareja Cilacap

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved