Berita Regional

Hoaks Pembagian Sembako Beredar di WAG, Warga di Cibinong Serbu Kantor Baznas hingga Ricuh

termakan Hoaks ada Pembagian Sembako dari pesan Berantai di WAG, Ratusan Warga di Cibinong Serbu Kantor Baznas. berdesak-desakan hingga ricuh

Ratusan warga yang termakan hoaks pembagian sembako yang beredar melalui WhatsApp (WA) menyerbu kantor Baznas, hingga menimbulkan kericuhan. Baznas pun akhirnya terpaksa memberikan bantuan yang sedianya untuk guru ngaji kepada warga.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KABUPATEN BOGOR - Ratusan warga tiba-tiba menyerbu kantor badan amil zakat nasional ( Baznas) Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin (20/4/2020).

Mereka berebut pembagian bantuan paket sembako yang berisi beras dan mie instan, hingga terjadi kericuhan.

Padahal, Baznas Kabupaten Bogor tak pernah menggelar atau menginformasikan adanya bantuan paket sembako untuk warga.

Belakangan diketahui, warga berbondong-bondong datang ke kantor Baznas hingga menimbulkan kericuhan, karena termakan hoaks (kabar bohong) terkait adanya pembagian sembako untuk warga.

Hoaks pembagian sembako itu tersebar ke warga satu WhatsApp Grup ( WAG) ke grup lainnya, maupun diteruskan sebagai pesan pribadi.

Ketua PBNU Minta Kartu Prakerja Dikaji Ulang, Nilai Banyak Timbulkan Mudarat dan Syubhat

Tarif Pelatihan Kartu Prakerja Tidak Wajar, Pelatihan Ojol Rp 1 Juta, Hipmi: di Google Gratis

Harga BBM di Malaysia Turun Hingga Setara Rp 4500 per Liter, Indonesia Kapan?

Paling Lambat 23 April, Begini Cara Agar Warga Jateng di Jabodetabek yang Tidak Mudik Dapat Bantuan

Kepala Baznas Kabupaten Bogor, KH Lesmana mengatakan, tidak ada undangan khusus untuk warga mengenai pembagian sembako di halaman kantor.

Dia menyatakan bahwa saat itu masyarakat yang datang sama sekali tidak terduga, sehingga desak-desakan tak bisa dihindarkan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya tidak dipatuhi oleh warga.

"Ini mereka murni yang datang ke sini ini spontan masyarakat. Masalahnya ini kan PSBB," ujar Lesmana saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2020).

Meski demikian, Lesmana mengakui bahwa pada akhirnya Baznas tetap melayani warga yang telah datang, untuk menghindari kericuhan yang lebih besar.

Sebab, saat itu Baznas masih memiliki stok untuk diberikan, walaupun bantuan tersebut pada akhirnya tidak tepat sasaran.

"Saya tidak tahu karena sudah 500 orang datang, karena ini untuk perut ya kami sediakan. Ini tak tepat sasaran," kata dia.

Bukan untuk warga umum 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved