Teror Virus Corona

UPDATE Virus Corona Selasa 7 April: Positif Covid-19 Tambah 247 Pasien, Kurun Waktu Cuma 24 Jam

Berdasarkan data yang sama, diketahui juga ada penambahan 12 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Editor: deni setiawan
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Selama kurun waktu 24 jam atau sesuai data update pada Selasa (7/4/2020) pukul 12.00, pasien terkonfirmasi positif corona di Indonesia bertambah 247 kasus.

Dari data itu, Pemerintah Pusat pun menyatakan masih terjadi penularan virus corona yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.

Sehingga pada Selasa (7/4/2020) pukul 12.00 itu total ada 2.738 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto di Graha BNPB pada Selasa (7/4/2020) sore.

Pria Asal Karangreja Purbalingga Diduga Terjangkit Virus Corona, Meninggal Pasca Kecelakaan Tunggal

Sebar Hoaks Virus Corona, Wanita Ini Datangi Polrestabes Semarang, Sampaikan Permintaan Maaf

Tribun Jateng Sediakan Portal Khusus Belajar di Rumah, Berikut Cara Aksesnya

1.222 Pekerja Dirumahkan, 57 Perusahaan Terdampak Virus Corona di Banyumas

"Kami dapatkan penambahan kasus baru confirmed pemeriksaan CPR sebanyak 247 orang," kata dia seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

"Sehingga total kasus menjadi 2.738 orang," ujar Yurianto.

Berdasarkan data yang sama, diketahui juga ada penambahan 12 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, total ada 204 orang yang telah dinyatakan negatif virus corona setelah menjalani dua kali pemeriksaan.

Kemudian, terdapat penambahan 12 pasien yang meninggal setelah mengidap Covid-19.

Hal ini menyebabkan total ada 221 pasien yang tutup usia setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Yurianto menambahkan, data ini memperlihatkan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat.

Ini bisa disebabkan karena masih ada orang yang mengandung virus dan tidak merasakan sakit, namun tetap berkeliaran.

"Ini yang harus kami hentikan," ucap dia.

Achmad Yurianto pun meminta masyarakat mematuhi semua imbauan dari pemerintah agar penularan Covid-19 tidak terus meluas.

Misalnya, imbauan untuk disiplin mencuci tangan di air mengalir dan menggunakan sabun.

Imbauan memakai masker saat berada di luar rumah juga perlu dilakukan masyarakat.

Mereka juga diminta untuk bertahan di dalam rumah, dan dapat keluar rumah jika memang ada keperluan mendesak.

Namun, Yurianto tetap mengingatkan untuk menjaga jarak aman.

"Patuhi ketentuan-ketenutan tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk yang di DKI Jakarta dan sekitarnya," ujar Achmad Yurianto.

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak pulang ke kampung halaman atau mudik dini.

Sebab, ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 hingga ke daerah.

"Patuhi semua ketentuan, tidak perlu pertimbangkan untuk pulang kampung."

"Bersama saling lindungi saudara-saudara yang saat ini juga berada di kampung," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE: Covid-19 di Indonesia Kini 2.738 Kasus, Bertambah 247"

Instalasi Listrik Belum Terpasang, Warga Terdampak Longsor Banjarnegara Tunda Tempati Rumah Baru

Ini Penjelasan Dinkes Kendal Tanggapi Warganet Terkait Santri Positif Corona

Purbalingga Kembali Berduka, Satu PDP Corona Meninggal, Mendadak Sesak Napas dan Muntah Darah

Jaksa Kejari Purbalingga Bacakan Tuntutan Melalui Vicon, Kasus Korupsi Dana Desa Buara

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved