Breaking News:

Berita Purbalingga

Jaksa Kejari Purbalingga Bacakan Tuntutan Melalui Vicon, Kasus Korupsi Dana Desa Buara

Jaksa Kejari Purbalingga membacakan surat tuntutan atas kasus korupsi yang menjerat terdakwa Supardi, mantan Kades Buara.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
KEJARI PURBALINGGA
Jaksa Kejari Purbalingga bacakan surat tuntutan atas kasus korupsi yang menjerat terdakwa Supardi, mantan Kepala Desa Buara melalui sarana video conference bersama Pengadilan Tipikor Semarang dan Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Berstatus pandemi virus corona tidak menghalangi jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga membacakan surat tuntutan perkara kasus korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Kasi Intel Kejari Purbalingga, Budi Santosa menuturkan, jaksa membacakan surat tuntutan atas kasus korupsi yang menjerat terdakwa Supardi, mantan Kepala Desa Buara.

Surat tuntutan tersebut pun melalui sarana video conference (Vicon) bersama Pengadilan Tipikor Semarang dan Lapas Kelas I Kedungpane Semarang.

Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Ini Penjelasan Dinkes Kendal Tanggapi Warganet Terkait Santri Positif Corona

300 Pekerja Kontrak Dirumahkan, Disnaker Purbalingga: Diusulkan Dapat Kartu Pra Kerja

Purbalingga Kembali Berduka, Satu PDP Corona Meninggal, Mendadak Sesak Napas dan Muntah Darah

Bupati Banyumas Terima 100 Baju Hazmat, Donasi Bank Jateng Purwokerto

"Surat tuntutan dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU), Meyer Simanjuntak selaku Kasi Pidsus beserta anggotanya Agung P di Kantor Kejari Purbalingga pada pukul 13.30," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, pada perkara tersebut, JPU menuntut Supardi selama 2 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan.

Terdakwa juga dikenai pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan pengganti selama 6 bulan.

"Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 309.838.453."

"Itu jika dalam 1 bulan terpidana tidak membayar uang pengganti, maka dipidana selama 1 tahun penjara," jelasnya.

Dikatakannya, pada sidang tersebut majelis hakim berada di Pengadilan Tipikor Semarang, jaksa berada di Kejari Purbalingga, dan terdakwa berada di Lapas Kedungpane Semarang.

"Bahwa persidangan selesai pukul 15.00," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2020).

Ia menuturkan, pada sidang tersebut terdakwa melakukan korupsi dana desa pada APBDes 2017 sebesar Rp 309.838.453.

Pada perkara tersebut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b, ayat 2, ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana pula telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Sagimin Pulang ke Sumpiuh Banyumas, 18 Hari Jalani Isolasi Akibat Corona, Ini Cerita Bahagianya

Empat Kecamatan Terdampak Bencana di Cilacap, BPBD: Kerugian Material Sekira Rp 185 Juta

Kedua Warga Cilacap Positif Corona Miliki Riwayat Perjalanan dari Lembang Bandung, Ini Kata Bupati

Sopir Penabrak H Supono Mustajab Tertangkap, Bersembunyi di Banjarnegara, Keluarga Tolak Berdamai

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved