Teror Virus Corona

Kedua Warga Cilacap Positif Corona Miliki Riwayat Perjalanan dari Lembang Bandung, Ini Kata Bupati

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap memperoleh kabar kurang menyenangkan, Minggu (5/4/2020) petang.

TRIBUN BANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Gedung Kompleks RSUD Cilacap, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap memperoleh kabar kurang menyenangkan, Minggu (5/4/2020) petang.

Kabar tersebut adalah adanya dua warga di dua kecamatan yang dinyatakan positif corona.

Itu disampaikan secara langsung oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.

Dia mengumumkan apabila dua warganya dinyatakan positif corona, Minggu (5/4/2020).

BREAKING NEWS, Dua Warga Cilacap Positif Corona, Miliki Riwayat Bepergian ke Lembang Bandung

Jam Layanan Diperpendek, Buat Baru Maupun Perpanjangan SIM di Polres Cilacap

PDP Asal Kejobong Juga Meninggal, Bupati Purbalingga: Perempuan Usia 54 Tahun

Sopir Penabrak H Supono Mustajab Tertangkap, Bersembunyi di Banjarnegara, Keluarga Tolak Berdamai

Hasil tes itu, kata Tatto, telah diterima Pemkab Cilacap sekira pukul 18.30.

Kedua warga tersebut sama-sama berjenis kelamin laki-laki.

Keduanya diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Laki-laki pertama berusia 63 tahun, warga asal Kecamatan Adipala.

Lalu yang kedua berusia 71 tahun asal Kecamatan Majenang.

Tatto menginformasikan, kedua pasien positif corona tersebut kini telah berada di ruang isolasi sebuah rumah sakit di Purwokerto.

"Keduanya dalam kondisi sehat saat ini," terang Tatto kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (5/4/2020) petang.

Setelah mengetahui dua warganya dinyatakan positif corona, Pemkab Cilacap bergerak cepat melakukan contact tracing.

Termasuk juga menerapkan karantina bagi warga yang pernah kontak dengan pasien.

Dengan demikian, jumlah pasien positif corona sampai Minggu (5/4/2020) sebanyak empat orang.

Secara rinci, dua pasien dirawat di rumah sakit di Purwokerto.

Satu pasien dirawat di RSUD Cilacap.

Satu pasien sudah meninggal beberapa waktu lalu.

"Kami harap warga tidak panik, tetap waspada, dan mematuhi imbauan serta aturan Pemkab Cilacap," pinta Tatto.

Tidak Patuh, Empat ODP Purwokerto Dijemput Paksa, Hasil Rapid Test Positif

Pelaku Membabi Buta Bacok Aris di Tlogosari Semarang, Korban: Terhenti Karena Saya Tabrak Mobil

Begini Jawaban Pakar Kenapa Virus Corona Lebih Cepat Menginfeksi Tubuh Manusia

Ini Penyebab Parahnya Kasus Virus Corona di Jateng, Berikut Kata Akademisi Unnes

1.067 ODP

Selain berkait pasien positif corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap juga melaporkan data update per Minggu (5/4/2020).

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini ada 1.067 orang.

Rincinya, 140 orang telah dinyatakan selesai pemantauan dan 927 orang dinyatakan masih dalam pemantauan.

Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengasawan (PDP) berjumlah 46 orang.

Rincinya, 15 orang telah dinyatakan negatif virus corona dan 31 orang masih menunggu hasil laboratorium.

Jumlah PDP yang meninggal tetap sama, yakni sebanyak tiga orang.

Begitu juga dengan jumlah pasien positif virus corona yang tidak mengalami kenaikan.

"Satu pasien masih dirawat di RSUD Cilacap merupakan balita berusia empat tahun. Pasien itu memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta," terang Tatto kepada Tribunbanyumas.com.

Sedangkan satu pasien positif yang meninggal adalah warga Cilacap.

Pasien meninggal di rumah sakit di Purwokerto.

Untuk saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap sedang gencar mengimbau kepada perantau agar jangan mudik Cilacap.

Mulai Hari Wajib Gunakan Masker! Achmad Yurianto: Lindungi Diri Sendiri dan Orang Lain

Awas, Hoaks Kuota Gratis 100 GB, Operator Informasikan Fakta Ini

Perempuan Asal Pati Positif Corona Tanpa Gejala, Safin: Tinggal di Asrama Kantor Swasta di Kudus

Bukti Masih Banyak Warga Tidak Peduli Virus Corona, Update 5 Maret: Tambah 181 Positif Covid-19

Jangan Pulang Dahulu

Imbauan untuk tidak pulang terlebih dahulu bagi para perantau juga dipertegas Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Wahyo Yuniartoto.

Hal itu disebabkan jumlah ODP di Kabupaten Cilacap yang terus bertambah banyak.

Dikhawatirkan, dengan derasnya perantau pulang kampung dapat menimbulkan lonjakan pasien virus corona.

Imbauan yang disampaikan melalui video itu, Dandim Cilacap juga berbicara dengan warga Cilacap yang berada di perantauan menggunakan bahasa ngapak.

"Inyong weling maring rika kabeh. Percaya bae ning kana. Donga dinunga. Orak usah bali."

"Sing penting jaga kesehatan. Mbok mengko malah bali nulari penyakit ning kene kabeh," kata Letkol Inf Wahyo.

Imbauan untuk perantau agar jangan pulang ke kampung coba terus digencarkan.

Termasuk dengan berbagai cara agar bisa mengetuk hati para perantau.

Letkol Inf Wahyo Yuniartoto yang berasal dari Kabupaten Purbalingga menyampaikan imbauan sengaja tidak menggunakan bahasa Indonesia, melainkan bahasa ngapak.

"Harapan kami dengan menggunakan bahasa ngapak, banyak perantau yang mematuhi imbauan tersebut," kata Dandim Cilacap.

Sementara itu dari hari ke hari, jumlah perantau yang pulang kampung terus bertambah.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf mengatakan, sampai Jumat (3/4/2020) sekira pukul 22.00, jumlah perantau yang pulang kampung ke Cilacap sudah ada 30.948 orang.

Tiga kecamatan yang memiliki jumlah perantau yang pulang kampung terbanyak adalah Kecamatan Sidareja berjumlah 2.870 orang.

Disusul Kecamatan Cipari berjumlah 2.777 orang, dan Kecamatan Majenang ada 2.646 orang.

Farid menambahkan, di daerah perbatasan juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap perantau yang baru tiba di Cilacap. (Muhammad Yunan Setiawan)

Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan

Janji Bupati Banjarnegara Kepada Perantau, Melindungi Mereka Agar Tidak Diusir Apalagi Dikucilkan

Achmad Husein Minta Maaf: Saya Terlambat Edukasi Warga Banyumas, Kondisi Jenazah Pasien Corona

Sedih Saksikan Insiden Pemakaman Pasien Virus Corona, Ahmad Tohari: Bukan Watak Orang Banyumas

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved