Wabah Virus Corona

Kisah Mawar, Tenaga Medis Hanya Pakai Baju Operasi Saat Tangani Pasien Corona Karena Kekurangan APD

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat rumah sakit harus terus siaga dan tetap melayani.

Editor: Rival Almanaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Tim medis bersiap melakukan sterilisasi saat simulasi penanganan wabah Virus Corona (nCoV) di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

Setiap harinya, 15 hingga 25 pasien terduga Covid-19 dilayani oleh tenaga medis.

Tak jarang pula ia membeli masker menggunakan uang pribadi untuk dipakainya selama bertugas.

Berbeda dari Mawar, Melati bersama rekan kerja di rumah sakitnya justru bertugas dengan kondisi irit.

Arti irit yang dimaksud adalah APD yang ada di rumah sakit belum tentu stoknya mencukupi untuk para tenaga medis.

“Berusaha sehemat mungkin (pakai masker dan baju APD), lebih menjaga supaya tidak cepat kotor, jadi bisa dipakai lebih lama (dalam satu shift)."

"Saya juga letakkan kain di dalam masker supaya bisa dipakai seharian,” ucap Melati.

Sama dengan Mawar, jika stok APD habis, Melati dan teman-temannya rela patungan untuk membeli masker meski mahal harganya.

“Kalau merasa stok masker di rumah sakit sudah mulai mau habis, perawatnya inisiatif beli masker yang memang harganya sekarang mahal,” ucap dia.

Meski begitu, Mawar dan Melati percaya segala rintangan yang dihadapinya ini untuk membuat si pasien sembuh.

Mereka pun senang bila pasien yang datang kembali pulang dalam keadaan sehat walafiat.

Di Tengah Wabah Virus Corona, Tawur Agung di Prambanan Klaten Tetap Digelar, Begini Syaratnya

Chord Kunci Gitar Lagu Anak Kupu-kupu Kemana Engkau Terbang

Positif Idap Virus Corona, Aktor Detri Warmanto Ucapkan Terima Kasih dan Minta Doa Kesembuhan

Pemerintah Produksi Obat Corona Klorokuin Melalui BUMN, Avigan Masih Harus Impor

Satu tenaga medis positif Covid-19 meninggal

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan, 25 tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan pemerintah untuk menangani virus corona dinyatakan positif Covid-19.

Bahkan, satu di antaranya telah meninggal dunia.

"Saat ini sudah ada 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi Covid-19 dan satu meninggal dunia," ujar Gubernur dalam jumpa pers di Balai Kota, Jumat.

Anies meminta agar seluruh warga Jakarta sadar bahwa upaya melawan virus corona adalah upaya dan tanggung jawab bersama, tidak hanya petugas kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved