Wabah Virus Corona
Kisah Mawar, Tenaga Medis Hanya Pakai Baju Operasi Saat Tangani Pasien Corona Karena Kekurangan APD
Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat rumah sakit harus terus siaga dan tetap melayani.
Itu sebabnya Anies setuju dengan pesan yang disampaikan tenaga kesehatan dan viral di media sosial.
Isi pesan itu meminta agar warga tetap di rumah dan membiarkan tenaga kesehatan yang bekerja di luar.
Menteri Keuangan beri insentif bagi tenaga medis Bekerja tak kenal waktu, hingga menahan sakit karena APD yang dipakai serta khawatir terpapar virus corona menjadi isi kepala para tenaga medis.
Belum lagi setelah selesai dari bekerja, para tenaga medis harus pulang dan menemui keluarga.
Tidak sedikit keluarga yang ada di rumah merasa khawatir.
Oleh sebab itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan memberikan insentif dan asuransi kepada para tenaga medis yang menangani virus corona.
Nantinya anggaran yang dialokasikan untuk asuransi dan insentif tenaga medis berkisar berkisar Rp 3,1 triliun sampai Rp 6,1 triliun.
“Kami sedang perhitungkan agar segera bisa memberikan kepastian kepada seluruh tenaga medis, baik dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga medis lain,” ujar dia di Jakarta, Jumat.
Selain tenaga medis, pemerintah juga akan memberi perhatian untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku gugus tugas penanganan Covid-19.
Adapun saat ini BNPB telah mengajukan anggaran sebesar Rp 3,3 triliun untuk menangani masalah corona di Indonesia.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengobati dan melayani pasien yang terpapar virus corona.
Dengan pelayanan maksimal, diharapkan pasien dapat segera sembuh dari virus tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Kisah Tenaga Medis dan Janji Pemerintah untuk Mereka yang Ada di Garda Terdepan Hadapi Covid-19",