Selasa, 28 April 2026

Opini

Lah Kok Prabowonomics Melawan Soemitronomics?

Kita tahu, jenis ilmuwan seperti mereka sudah langka. Lewat studi yang mendalam, merekalah kini harapan "peradaban nusantara" kembali berjaya

Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/dok. pribadi
BUKU "Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia". 

Kesimpulan: Buku Penting yang Membutuhkan Pembaca Kritis

Buku ini penting dibaca—justru karena ia memaksa kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ia jawab sendiri. Soemitro adalah pemikir besar yang hidup dalam kontradiksi besar. Menghormatinya secara intelektual berarti tidak memanfaatkannya sebagai tameng retoris, melainkan berdialog jujur dengan warisannya—termasuk warisannya yang paling memalukan.

Bagi Indonesia yang hari ini kembali diguncang tekanan struktural eksternal—dari tarif Trump hingga jebakan utang bilateral—pemikiran Soemitro tentang kedaulatan ekonomi memang layak dihidupkan kembali. Tapi, hidupkanlah dengan mata terbuka: bahwa kemandirian ekonomi tidak bisa dibangun oleh negara yang pemimpin intelektualnya sendiri pernah meminta senjata dari imperialis yang dikecamnya. Dan, bahwa keadilan ekonomi yang sejati membutuhkan lebih dari sekadar intervensi negara—ia membutuhkan fundamen moral yang melampaui paradigma kolonial yang selama ini kita warisi, baik dari Barat maupun dari para penentang Barat yang terjebak dalam logika yang sama.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Jazirah Arabiah di Mata Rogan

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved