Minggu, 7 Juni 2026

Opini Guru

Penerapan TKA dalam SPMB Jadi Langkah Konkret Capaian Program Pendidikan Berdampak

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bisa memberikan edukasi tentang pemahamaan kepada orang tua mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Tayang:
Editor: Rustam Aji
dok.pribadi
PENULIS - Mustofa, Guru SDN 02 Panjunan, Kab. Pemalang  

2. Pembiayaan dan anggaran

a. Biaya untuk program  seperti PIP ,KIP,beasiswa ,BOS,PPG memerlukan anggaran besar.

b. Rendahnya penyerapan anggaran meskipun alokasi besar realisasinya tidak selalu  100 persen. 

Misal di tahun 2024 anggaran pendidikan Rp 665 triliun tetapi yang terserap 550,4 triliun.

Di tahun 2025 juga mencatat realisasi semester 1 masih dibawah ekspetasi (sekitar 35,8 %) dari pagu.

Baca juga: Melegenda, Keramik Klampok Diusulkan Jadi Warisan Budaya tak Benda

Kekurangan dalam capaian pendidikan dapat disebabkan kurangnya pemahaman dan ketrampilan guru,infrasruktur dan sarana prasarana yang tidak memadai sehingga dalam proses pembelajaran tidak ada kenyamanan di satuan pendidikan terutama di daerah terpencil dan dapat menghambat proses pembelajaran,desain kurikulum belum efektif serta cenderung berubah ubah sehingga ada kebingungan di tiap satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum.

Di beberapa daerah kadang kadang fasilitas yang dimiliki sekolah menjadi kendala dalam proses pembelajaran,fasilitas yang dimiliki sekolah di Indonesia masih belum merata,sekolah-sekolah di kota besar kemungkinan mampu memenuhi tuntutan dari perubahan kurikulum ,serta fasilitas sekolah yang memadai di bandingkan sekolah di tempat terpencil sehingga adanya disparitas dalam proses pembelajaran ,keadilan adalah kunci dalam pemerataan pendidikan di Indonesia sebagai upaya memastikan setiap anak bangsa memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas ,tanpa memandang  latar belakang sosial ,ekonomi,ataupun geografis.

Untuk itu adanya penyeimbangan distribusi sumber daya Pendidikan ,pengembangan kurikulum inklusif,serta penghapusan hambatan seperti kemiskinan dan diskriminasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang setara bagi semua siswa.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus memberikan capaian pendidikan di Indonesia adalah menetapkan capaian pembelajaran,menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendidikan,mengembangkan sistem manajemen berbasis sekolah,serta memastikan pemerataan pendidikan melalui berbagai program seperti penyediaan beasiswa dan pembangunan sekolah di daerah terpencil, sehingga rasa keadilan pendidikan bisa ada ketercapaian dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi semuanya.

Capaian Pendidikan ke depan dalam menghadapi dunia global

Capaian pendidikan ke depan dalam menghadapi dunia global di Indonesia adalah menghasilkan individu berkarakter kuat ,kompetitif secara global dan adaptif terhadap perubahan sambil mempertahankan indentitas budaya lokal,hal ini perlu adanya pencapaian melalui peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan,kurikulum yang relevan ,pemanfaatan teknologi digital,pendidikan karakter,serta kolaborasi antara pemerintah,sekolah dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan dunia.

Guna menghadapi pencapaian dalam menghadapi dunia global adanya peningkatan anggaran pendidikan di seluruh daerah,termasuk daerah terpencil,untuk menciptakan masyarakat setara.

Menanamkan pendidikan karakter secara konsisten agar siswa memiliki perilaku yang baik dan berintegritas.

Kolaborasi dan keterlibatan masyarakat sangat penting antara pemerintah ,institusi pendidikan ,sektor swasta dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Menghadapi pendidikan bagi Indonesia Emas 2045 yaitu adanya realisasi pendidikan yang berkualitas dan kapabilitas generasi mendatang dapat diwujudkan secara optimal.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved