Jumat, 10 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

BRISIK! Program MBG Berujung Petaka Bagi Siswa, Siapa Bertanggungjawab?

Berdasar catatan, ada 5.626 kasus keracunan akibat MBG ditemukan di puluhan kota dan kabupaten di 16 provinsi. 

Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji

TRIBUNBANYUMAS.COM – Akhir-akhir ini, program makan bergizi gratis (MBG) menuai sorotan.
Hal ini tak lain karena banyak terjadi keracunan pada siswa penerima.

Berdasar catatan, ada 5.626 kasus keracunan akibat MBG ditemukan di puluhan kota dan kabupaten di 16 provinsi. 

Sejatinya, tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi penerus bangsa dengan memastikan asupan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui terpenuhi, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi. 

Tak hanya itu, program ini juga bertujuan untuk mendongkrak ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani, peternak, dan nelayan lokal, serta menciptakan lapangan kerja.

Program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini sejatinya bertujuan mulia: mengurangi malanutrisi, menciptakan lapangan kerja, serta menopang ketahanan ekonomi. 

Namun, yang terjadi di lapangan, MBG justru menunjukkan potret nyata dari lemahnya pengawasan negara terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan anak-anak sekolah. 

Bertujuan mulia memperbaiki gizi anak2 sekolah, MBG malah berujung petaka!

Soal keracunan para penerima manfaat, tentu tak cukup sekadar minta maaf. 

Lebih dari ini, pemerintah harus instrospeksi, sehingga anggaran triliunan rupiah tak terbuang sia-sia.

Untuk mengetahui lebih jauh soal MBG ini, simak di podcast BRISIK!

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved