Minggu, 7 Juni 2026

Opini Guru

Penerapan TKA dalam SPMB Jadi Langkah Konkret Capaian Program Pendidikan Berdampak

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bisa memberikan edukasi tentang pemahamaan kepada orang tua mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Tayang:
Editor: Rustam Aji
dok.pribadi
PENULIS - Mustofa, Guru SDN 02 Panjunan, Kab. Pemalang  

TRIBUNBANYUMAS.COM - Dalam rangka upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional Presiden Prabowo Subianto mempercepat program pendidikan sebagai komitmen pemerintah guna peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat di seluruh Indonesia .

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) adanya pencapaian yang signifikan dalam implementasi program prioritas Pendidikan Bermutu untuk semua selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, dengan anggaran sebesar Rp 181,72 triliun untuk 7 program prioritas ,pemerintah membuktikan dalam membangun komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang merata berkeadilan,inklusif dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.

Capaian positif program Pendidikan periode oktober 2024 hingga oktober 2025 meliputi peningkatan 

a. Revitalisasi satuan pendidikan dari PAUD sampai SMA/SMK dan SLB dengan anggaran Rp 16,97 triliun yang berhasil melampaui target ,dari target 10.440 dapat dialokasikan untuk 15.523 satuan pendidikan .

b. Digitalisasikan pendidikan ,sesuai intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor Tahun 2025 ,untuk memfasilitasi akses pembelajaran digital bagi lebih dari 285.000 sekolah pada jenjang PAUD hingga SKB.

c. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dengan alokasi anggaran Rp 13,2 Triliun,yakni 1) Tunjangan Profesi bagi guru non ASN @Rp 2 Juta untuk lebih dari 785 ribu guru ,2) Bantuan Subsidi upah (BSU) @Rp300 ribu bagi 253 ribu guru PAUD non formal non-ASN ,3)Fasilitas pengembangan karir  S1/D4 menjangkau 16.197 guru dan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 804 ribu.4) insentif guru non ASN @Rp 300 ribu perbulan mulai Juni 2025 di berikan selama 7 bulan,berarti setiap guru dapat Rp 2,1 juta yang disalurkan mulai agustus -September 2025

d. Program Indonesia Pintar (PIP) mentargetkan 18,5 juta siswa dengan pagu anggaran Rp 13,5 triliun dan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang menargetkan 4.679 siswa dengan pagu  anggaran Rp 127 Milyar.

Baca juga: Mimpi Menkop Ferry, Kopdes Merah Putih Bisa Saingi BUMN

E. Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang dialokasikan melalui Dana Alokasi  Khusus (DAK) Non Fisik telah menyalurkan Rp 59,3 tiliun untuk 50.463.212 peserta didik dan 422.106 satuan pendidikan.

F. Tunjangan bagi guru ASN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dengan anggaran Rp 70 triliun telah dialokasikan untuk 1) Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 1.522.722 guru, 2) Dana tambahan penghasilan (DTP) untuk 332.170 guru serta 3) Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk 62.536 guru .

Adanya 7 kebiasaan hebat yang meliputi : Bangun pagi,Beribadah,Berolahraga,Makan sehat dan bergizi ,Gemar belajar,Bermasyarakat dan Tidur Cepat.

Apa yang menjadi capaian pendidikan selama satu tahun ada pencapaian positif dan pastinya ada kekurangan yang perlu di evaluasi sebagai barometer ke depan untuk menata ulang pendidikan yang bermutu untuk semua.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus juga mendengarkan masyarakat sebagai masukan kedepan terutama akses pendidikan dari berbagai daerah belum tersentuh karena faktor geografis seperti daerah 3 T ( Tertinggal,Terdepan dan terluar, di Indonesia yang merupakan wilayah dengan kondisi geografis,sosial dan ekonomi harus menjadi skala prioritas  guna mengatasi kesenjangan dengan daerah perkotaan dan mewujudkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat.

Upaya ini sebagai peningkatan infra struktur,kualitas guru ,pengembangan materi pembelajaran lokal ,pemanfaatan teknologi informasi ,serta program afirmasi seperti beasiswa dan bantuan pendidikan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Evaluasi Program pendidikan 

Terdapat beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian serius agar tujuan pendidikan  bisa tercapai yaitu adanya 

  1. Infrastruktur yang buruk dan banyak sekolah yang rusak data menunjukkan bahwa banyak sekolah (SD,SMP,SMA/SMK) dalam kondisi rusak berat maupun ringan ,adanya perlu perbaikan  waktu,biaya ,logistik besar
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved