Senin, 13 April 2026

Cilacap

Angin Kencang Terjang Cilacap, Belasan Rumah Warga Rusak

Hujan deras disertai angin kencang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap, mengakibatkan belasan atap rumah warga mengalami kerusakan

ISTIMEWA
TINJAU RUMAH RUSAK: Petugas BPBD bersama warga setempat saat meninjau langsung kondisi atap rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Minggu (8/3/2026). Hujan deras berangin yang melanda tiga kecamatan menyebabkan kerugian materiil belasan juta rupiah. (DOK BPBD CILACAP) 
Ringkasan Berita:
  • Bencana angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Cilacap Utara, Bantarsari, dan Kampung Laut pada Sabtu (7/3/2026) sore.
  • Sedikitnya belasan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian atap yang terbang terhempas angin.
  • BPBD Cilacap mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang rawan tumbang mengingat potensi cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap pada Sabtu (7/3/2026) menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan peristiwa angin kencang tersebut dilaporkan terjadi di tiga titik sebaran, yakni di Kelurahan Gumilir (Kecamatan Cilacap Utara), Desa Binangun (Kecamatan Bantarsari), serta Desa Panikel (Kecamatan Kampung Laut).

Terjang Tiga Kecamatan

Baca juga: Diskon Tiket Kereta Mudik Lebaran, Berangkat dari Stasiun Cilacap Dapat Potongan Harga 30 Persen

"Angin kencang terjadi saat hujan deras turun dan mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian atap," ujar Taryo, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, di Kelurahan Gumilir, angin kencang menerjang rumah milik Jemirah dan Karmi Triyani yang berlokasi di Jalan Pucang RT 02 RW 09 sekitar pukul 15.30 WIB.

"Dampaknya bagian atap samping rumah terhempas angin, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," jelasnya.

Taryo menyebutkan bahwa rumah berukuran sekitar 6 x 9 meter itu dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total lima jiwa. Estimasi kerugian di lokasi ini ditaksir mencapai sekitar Rp 2,5 juta.

Kerugian Jutaan Rupiah

Selain itu, sapuan angin kencang juga dilaporkan terjadi di Dusun Gocea, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, yang menyebabkan tujuh rumah warga mengalami kerusakan ringan.

"Sebagian besar kerusakan berada pada bagian atap dan dinding rumah dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 5,5 juta," katanya merinci pendataan.

Peristiwa serupa juga menimpa warga di Dusun Muaradua, Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, di mana rumah permanen milik warga bernama Umbara mengalami kerusakan pada sebagian atapnya.

"Rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan tiga jiwa dan kerugian ditaksir sekitar Rp 5 juta," ungkap Taryo.

Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Cilacap bersama perangkat desa, aparat kecamatan, serta warga setempat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan lokasi dan pendataan kerusakan fisik. Warga juga sudah melakukan kerja bakti secara gotong royong untuk memperbaiki atap rumah sementara sambil menunggu bantuan perbaikan lebih lanjut.

Imbauan Cuaca Ekstrem

Taryo secara khusus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di masa pancaroba ini, mengingat wilayah Cilacap masih sangat berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang.

"Kami mengingatkan warga untuk memangkas atau menebang pohon yang berpotensi tumbang serta memperkuat bagian rumah yang sudah lapuk agar tidak mudah rusak saat angin kencang," pesannya.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap, cuaca di wilayah Kabupaten Cilacap pada Minggu (8/3/2026) diprediksi masih diwarnai hujan intensitas ringan hingga sedang dengan kecepatan angin mencapai 10 hingga 30 kilometer per jam.

BPBD Cilacap memastikan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan secara berkala melalui posko siaga dan jaringan relawan desa tangguh bencana guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved