Opini
Opini: Lindungi Perempuan Disabilitas dari Jerat Eksploitasi
Kolom opini Mariyawati, Pendamping KBGA, menyoroti maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas oleh orang terdekat.
Upaya-upaya ini penting, karena sistem peradilan yang peka dapat menjadi penyeimbang atas ketimpangan yang dialami korban sejak awal.
Namun, penanganan hukum saja tidak cukup.
Selama masyarakat masih memandang disabilitas sebagai ketidakmampuan total, selama pendidikan tentang tubuh dan batasan aman tidak diberikan secara memadai, dan selama kita masih menormalisasi bujuk rayu terhadap mereka yang rentan, maka pola kelam ini akan terus berulang.
Hargai Martabat Manusia
Dari ruang-ruang pendampingan itu, saya belajar satu hal: kerentanan seharusnya menggerakkan kita untuk melindungi, bukan memanfaatkan.
Perempuan disabilitas bukan objek belas kasihan, dan tentu bukan objek eksploitasi. Mereka adalah manusia utuh yang berhak atas rasa aman, penghormatan, dan martabat.
Dan sebagai masyarakat, kita sedang diuji—apakah kita memilih diam, atau memilih berpihak. (*)
Oleh: Mariyawati, S.Sos., M.Si. (Pendamping KBGA)
| Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan |
|
|---|
| Rumah Buruh dan Janji Presiden |
|
|---|
| Menguji Keadilan Sosial Sistem Perekonomian Nasional dalam Cermin Soemitronomics |
|
|---|
| Memaknai Hari Buruh: Pertumbuhan Ekonomi yang Mengkhianati Keadilan Sosial |
|
|---|
| Menjaga Mata Air Perkaderan: Ujian Serius BPL HMI di Usia ke-22 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260225-opini-kekerasan-disabilitas.jpg)