Rabu, 8 April 2026

Cilacap

Murid SD Menangis Diberi Suntikan Imunisasi Tetanus Toksoid

Sebanyak 4 desa di Kabupaten Cilacap ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul lonjakan 31 kasus positif dan 123 suspek campak

Tribunnews.com
Seorang murid ketakutan ketika petugas medis memberikan suntikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid). otoritas kesehatan Kabupaten Cilacap tengah berjuang keras menyelamatkan anak-anak dari ancaman lonjakan kasus campak yang menyebar cepat, hingga menetapkan empat desa berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), Rabu (1/4/2026). TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Ringkasan Berita:
  • Lonjakan kasus campak melanda Kabupaten Cilacap dengan 31 pasien positif dan 123 suspek. 
  • Kepala Dinkes Cilacap menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di 4 desa, Rabu (1/4/2026). 
  • Pemerintah langsung menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) bagi balita usia 9-59 bulan. 
  • Menurunnya capaian imunisasi dasar saat masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu diduga kuat menjadi pemicu wabah ini.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ancaman kesehatan serius tengah membayangi anak-anak di Kabupaten Cilacap.

Sejak awal tahun 2026, grafik penularan penyakit campak terus merangkak naik hingga memaksa pemerintah daerah menetapkan status darurat di sejumlah wilayah.

Tercatat, hingga Rabu (1/4/2026), terdapat 31 anak yang telah terkonfirmasi positif mengidap campak, sementara 123 lainnya masih berstatus suspek dan dalam pantauan medis.

Baca juga: Waspada! KLB Campak Ditemukan di Cilacap, Klaten, dan Pati: Pemprov Jateng Genjot Imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, Hassanudin, membenarkan bahwa eskalasi penularan virus ini bergerak cukup mengkhawatirkan.

Situasi memprihatinkan ini mendorong pihaknya untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat desa yang menjadi episentrum penyebaran tertinggi.

“Total ada 123 suspek dan 31 kasus positif, dan KLB terjadi di empat desa,” ujar Hassanudin saat memberikan keterangan resminya.

Adapun empat wilayah yang masuk dalam zona merah KLB tersebut meliputi Desa Binangun dan Desa Limbangan di Kecamatan Wanareja, Desa Datar di Kecamatan Dayeuhluhur, serta Kelurahan Sidanegara yang berada di pusat kota Kecamatan Cilacap Tengah.

Selain empat titik tersebut, riak-riak penyebaran campak secara sporadis juga mulai terendus di kecamatan lain, meski baru sebatas temuan kasus tunggal.

Gencarkan Vaksinasi Massal

Menyikapi kondisi darurat yang mengancam kelompok rentan ini, Dinkes Cilacap segera mengambil langkah penyelamatan.

Program mitigasi bertajuk Outbreak Response Immunization (ORI) langsung dieksekusi dengan menjadikan empat desa berstatus KLB sebagai target prioritas utama.

“Di empat desa itu sudah semua dilakukan vaksinasi campak untuk balita usia 9 sampai 59 bulan,” tegasnya.

Hassanudin memastikan bahwa benteng pertahanan melalui imunisasi ini tidak akan berhenti di zona merah saja, melainkan akan diperluas secara masif ke seluruh penjuru kabupaten.

“Selanjutnya ORI akan kita lanjutkan ke seluruh wilayah Cilacap dengan sasaran balita usia 9 hingga 59 bulan,” janjinya.

Ketersediaan vaksin saat ini dipastikan aman dengan mengoptimalkan stok daerah serta suntikan alokasi darurat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) juga telah diinstruksikan untuk segera menyusun jadwal imunisasi serentak.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved