Cilacap
Murid SD Menangis Diberi Suntikan Imunisasi Tetanus Toksoid
Sebanyak 4 desa di Kabupaten Cilacap ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul lonjakan 31 kasus positif dan 123 suspek campak
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Lonjakan kasus campak melanda Kabupaten Cilacap dengan 31 pasien positif dan 123 suspek.
- Kepala Dinkes Cilacap menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di 4 desa, Rabu (1/4/2026).
- Pemerintah langsung menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) bagi balita usia 9-59 bulan.
- Menurunnya capaian imunisasi dasar saat masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu diduga kuat menjadi pemicu wabah ini.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ancaman kesehatan serius tengah membayangi anak-anak di Kabupaten Cilacap.
Sejak awal tahun 2026, grafik penularan penyakit campak terus merangkak naik hingga memaksa pemerintah daerah menetapkan status darurat di sejumlah wilayah.
Tercatat, hingga Rabu (1/4/2026), terdapat 31 anak yang telah terkonfirmasi positif mengidap campak, sementara 123 lainnya masih berstatus suspek dan dalam pantauan medis.
Baca juga: Waspada! KLB Campak Ditemukan di Cilacap, Klaten, dan Pati: Pemprov Jateng Genjot Imunisasi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, Hassanudin, membenarkan bahwa eskalasi penularan virus ini bergerak cukup mengkhawatirkan.
Situasi memprihatinkan ini mendorong pihaknya untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat desa yang menjadi episentrum penyebaran tertinggi.
“Total ada 123 suspek dan 31 kasus positif, dan KLB terjadi di empat desa,” ujar Hassanudin saat memberikan keterangan resminya.
Adapun empat wilayah yang masuk dalam zona merah KLB tersebut meliputi Desa Binangun dan Desa Limbangan di Kecamatan Wanareja, Desa Datar di Kecamatan Dayeuhluhur, serta Kelurahan Sidanegara yang berada di pusat kota Kecamatan Cilacap Tengah.
Selain empat titik tersebut, riak-riak penyebaran campak secara sporadis juga mulai terendus di kecamatan lain, meski baru sebatas temuan kasus tunggal.
Gencarkan Vaksinasi Massal
Menyikapi kondisi darurat yang mengancam kelompok rentan ini, Dinkes Cilacap segera mengambil langkah penyelamatan.
Program mitigasi bertajuk Outbreak Response Immunization (ORI) langsung dieksekusi dengan menjadikan empat desa berstatus KLB sebagai target prioritas utama.
“Di empat desa itu sudah semua dilakukan vaksinasi campak untuk balita usia 9 sampai 59 bulan,” tegasnya.
Hassanudin memastikan bahwa benteng pertahanan melalui imunisasi ini tidak akan berhenti di zona merah saja, melainkan akan diperluas secara masif ke seluruh penjuru kabupaten.
“Selanjutnya ORI akan kita lanjutkan ke seluruh wilayah Cilacap dengan sasaran balita usia 9 hingga 59 bulan,” janjinya.
Ketersediaan vaksin saat ini dipastikan aman dengan mengoptimalkan stok daerah serta suntikan alokasi darurat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) juga telah diinstruksikan untuk segera menyusun jadwal imunisasi serentak.
| BMKG Cilacap Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran, Pertamina Jamin Stok BBM di Cilacap Aman |
|
|---|
| Pertamina Cilacap Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan 2026 |
|
|---|
| Angin Kencang Terjang Cilacap, Belasan Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Temukan Elang Bondol Lemah, Warga Adipala Lapor BKSDA Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260401-ilustrasi-campak.jpg)