Cilacap
Murid SD Menangis Diberi Suntikan Imunisasi Tetanus Toksoid
Sebanyak 4 desa di Kabupaten Cilacap ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul lonjakan 31 kasus positif dan 123 suspek campak
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Jika antusiasme dan kebutuhan di lapangan membeludak, Dinkes Cilacap siap mengambil tambahan pasokan vaksin pada pekan depan.
Imbas 'Lubang' Pandemi Covid-19
Lebih jauh, Hassanudin mengurai akar permasalahan yang memicu kembalinya wabah campak di wilayahnya.
Ia secara terbuka mengakui bahwa ada celah kekebalan komunal (herd immunity) anak-anak Cilacap yang rapuh akibat disrupsi pelayanan kesehatan selama masa pandemi beberapa tahun silam.
“Dulu saat pandemi, fokus vaksinasi lebih ke COVID-19 sehingga imunisasi lain sempat kurang maksimal, dan itu bisa jadi salah satu faktor,” tuturnya prihatin.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, pemerintah memohon kepada para orang tua untuk lebih peka memantau kondisi kesehatan buah hatinya.
Edukasi terkait bahaya dan cara penularan campak terus disiarkan hingga ke pelosok desa.
Bagi anak yang terlanjur menunjukkan gejala terinfeksi, Hassanudin mewanti-wanti agar keluarga segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat dan menahan sang anak agar tidak beraktivitas di luar rumah.
“Kami minta yang sakit segera berobat dan melakukan isolasi agar tidak menularkan ke yang lain,” pungkasnya. (ray)
| Dexlite Tembus Rp23 Ribu, SPBU di Kroya Cilacap Mendadak Lengang |
|
|---|
| Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG |
|
|---|
| Niat Matikan Lampu Rumah, Warga Wanareja Malah Temukan Mayat di Kolam |
|
|---|
| Damkar Cilacap Evakuasi HP Bocah Terjebak di Rel Jalan Sawo |
|
|---|
| Tiket Mudik dan Sembako Mahal, Inflasi Cilacap Naik Tembus 3,51 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260401-ilustrasi-campak.jpg)