Berita Banyumas
Mencekam, Mahasiswa Banyumas di Iran Lihat Serangan Drone Hingga Internet Diputus
Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sore, bertepatan dengan 2 Ramadan atau sekitar 20 Februari 2026.
"Hari itu aktivitas kampus masih berjalan seperti biasa. Bahkan ada kegiatan yang digelar di lingkungan kampus.
Namun keesokan harinya, pada Sabtu bertepatan dengan 2 Ramadan, serangan mulai terjadi," katanya.
Saat itu belum ada instruksi khusus yang diterima mahasiswa Indonesia.
Mereka hanya mendapat imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan tersebut juga berkaitan dengan situasi yang sebelumnya sempat memanas pada Januari, ketika terjadi aksi damai di Iran.
Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.
"Pada saat yang sama, jaringan internet di Iran mulai dimatikan.
Kondisi ini membuat komunikasi menjadi sangat terbatas.
Komunikasi memang terbatas. Waktu perang tidak bisa berkomunikasi bebas. Sebelum internet mati kami sudah menyampaikan kepada orang tua bahwa komunikasi akan terganggu," kata Hukam.
Ia mengatakan komunikasi yang tersisa saat itu hanya melalui telepon seluler biasa.
Namun jaringan tersebut pun tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi ke luar negeri.
Meski begitu, orangtuanya di Indonesia telah memahami situasi tersebut.
Menurutnya, tahun sebelumnya Iran juga sempat mengalami konflik sehingga keluarganya sudah cukup memahami kemungkinan gangguan komunikasi jika situasi memanas kembali.
Baca juga: Pakar Unsoed : Pengadilan Solusi Kasus PHK eks Karyawan Griya Satria Purwokerto
Melihat Drone dan Target Serangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/mahasiswa-indonesia-di-iran.jpg)