Selasa, 12 Mei 2026

Berita Banyumas

Mencekam, Mahasiswa Banyumas di Iran Lihat Serangan Drone Hingga Internet Diputus

Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Banyumas
MAHASISWA DI IRAN - Dokumentasi foto Ahmad Hukam Mujtaba (25), mahasiswa asal Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang saat ini tengah melanjutkan studi magister sejarah di Iran, Rabu (11/3/2026). Ia adalah alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Konflik perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya mengguncang geopolitik dunia, tetapi juga menyentuh kehidupan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Negeri Persia.

Tribunbanyumas.com melaporkan berita eksklusif terkait itu dengan mewawancarai Ahmad Hukam Mujtaba (25), mahasiswa asal Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang saat ini tengah melanjutkan studi magister sejarah di Iran.

Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tahun 2024 itu kini tercatat sebagai mahasiswa S2 jurusan Sejarah di Ahlul-Bayt International University (ABU) di Tehran, Iran. 


Ia berangkat ke Iran sejak Ramadan tahun 2025 lalu melalui program beasiswa dari pemerintah Iran.


Keputusan melanjutkan studi ke Iran bukanlah pilihan yang tiba-tiba. 


Hukam sapaan akrabnya mengaku telah lama memiliki ketertarikan terhadap sejarah bangsa Persia, terutama karena kekayaan peradaban yang telah bertahan lebih dari 2.500 tahun.


Menurutnya, Iran menyimpan begitu banyak arsip sejarah serta peninggalan peradaban yang luar biasa. 


Hal itu ia temukan ketika menelusuri berbagai sumber di laman resmi kampus dan referensi sejarah lainnya sebelum memutuskan mendaftar beasiswa.


Selain itu, ia juga terinspirasi oleh tokoh-tokoh ilmuwan besar dari Persia yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.


Nama-nama seperti Ibnu Sina dan Al-Khawarizmi menjadi bagian dari warisan intelektual yang membuatnya semakin tertarik mendalami sejarah bangsa Persia.


"Bangsa Persia memiliki peradaban yang sangat panjang, lebih dari 2.500 tahun berdiri. 

Baca juga: Tidak Ada THR, Bupati Batang Pastikan Gaji ke 14 ASN Cair sebelum Lebaran


Itu yang membuat saya tertarik untuk belajar langsung di sana," ujarnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (11/3/2026). 


Belajar Sejarah di Jantung Persia


Setibanya di Iran, Hukam tinggal di pusat Kota Tehran. 


Ia menggambarkan pengalaman pertamanya datang ke Iran sebagai momen yang menyenangkan sekaligus membanggakan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved