Berita Banyumas
Mencekam, Mahasiswa Banyumas di Iran Lihat Serangan Drone Hingga Internet Diputus
Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Ia merasa senang dan bahagia karena diterima sebagai mahasiswa di salah satu Universitas di Iran yang memiliki fokus kuat pada kajian sejarah dan peradaban Islam.
Menurutnya, proses pembelajaran di kampus berlangsung menarik.
Para dosen aktif dalam mengajar serta sangat terbuka terhadap mahasiswa asing.
Lingkungan akademik di kampus juga menurutnya sangat mendukung bagi mahasiswa yang ingin mendalami sejarah dan kebudayaan Iran.
Selain belajar di kelas, ia juga banyak mengunjungi museum serta melihat langsung berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan panjang Islam di Iran.
Namun, pengalaman tinggal di negara baru tentu tidak lepas dari tantangan.
Hukam mengaku sempat mengalami culture shock, terutama terkait perbedaan bahasa dan budaya antara Indonesia dan Iran.
Butuh waktu baginya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut.
Meski begitu, ia menilai kondisi keamanan di Iran relatif baik saat pertama kali ia tiba disana.
Proses kedatangannya berjalan lancar, termasuk saat melewati pemeriksaan imigrasi.
Ia mengatakan aturan di Iran memang cukup ketat karena negara tersebut menerapkan nilai-nilai keislaman dalam berbagai aspek kehidupan.
Lihat Perang dari Dekat
Situasi berubah ketika konflik mulai memanas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Hukam mengingat dengan jelas momen ketika kabar serangan pertama muncul.
Saat itu, ia sedang berkumpul bersama para pelajar lain di Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/mahasiswa-indonesia-di-iran.jpg)