Selasa, 14 April 2026

Banyumas

BHR Ojol 2026 Cair, Pengemudi di Banyumas Bersyukur Dapat Uang Kaget

Menjelang Lebaran 2026, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Banyumas mengaku bersyukur menerima pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
BHR OJOL CAIR: Aktivitas seorang sopir ojek online (ojol) saat mengangkut penumpang di jalanan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (9/3/2026). Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, sejumlah mitra pengemudi ojol mengaku bersyukur mulai menerima Bonus Hari Raya (BHR) atau "uang kaget" dari perusahaan aplikator yang nilainya bervariasi sesuai performa kinerja. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah mitra pengemudi ojek online (ojol) di Banyumas mulai menerima Bonus Hari Raya (BHR) 2026 dari pihak perusahaan aplikator.
  • Para driver menganggap BHR tersebut sebagai tambahan "uang kaget" tak terduga yang sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.
  • Nominal BHR yang diterima bervariasi antara Rp 150.000 hingga Rp 1,6 juta, bergantung pada konsistensi performa jam kerja dan penilaian layanan pelanggan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Menjelang perayaan Lebaran 2026, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kabupaten Banyumas mulai menerima Bonus Hari Raya (BHR) dari perusahaan aplikator.

Bagi sebagian besar pengemudi, bonus tahunan tersebut menjadi tambahan rezeki tak terduga di tengah lelahnya rutinitas mencari penumpang setiap hari di jalanan.

Sebut Uang Kaget

Baca juga: Driver Ojol Purwokerto Sambut Positif BHR 2026 dari Aplikator

Salah satunya adalah Setiawan, seorang pengemudi ojol di Banyumas yang mengaku sangat bersyukur karena kembali menerima BHR pada tahun ini.

Ia menyebut bonus yang cair ke dompet digitalnya tersebut sebagai "uang kaget" yang datang di saat yang tepat menjelang hari raya Lebaran.

"Alhamdulillah, hitung-hitung dapat uang kaget," ujar Setiawan kepada Tribunbanyumas.com, Senin (9/3/2026).

Setiawan yang telah menggantungkan nasibnya sebagai pengemudi ojol sejak tahun 2017 itu mengatakan, pada tahun lalu ia menerima BHR sebesar Rp 250.000. Tahun ini, nominal yang diterimanya sedikit meningkat menjadi Rp 350.000.

Meski demikian, ia mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan besar kecilnya nominal bonus yang diterima. Menurutnya, tidak semua pengemudi ojol seberuntung dirinya mendapatkan BHR tersebut.

"Saya anggap saja uang kaget supaya tidak ada beban, hati jadi tenang. Ada yang merasa tidak produktif tapi dapat BHR, sebaliknya ada juga yang komplain merasa produktif tapi tidak dapat," ujarnya membagikan pandangan.

Bergantung Jam Kerja

Pengemudi ojol lainnya di Banyumas, Mansur, juga mengaku telah menerima BHR dari aplikator Gojek sebesar Rp 200.000.

"Alhamdulillah dapat Rp 200.000 dari Gojek. Shopee, Grab belum cair. Tahun kemarin PHP (Pemberi Harapan Palsu, red)," kata Mansur bercerita.

Ia mengaku tidak terlalu berekspektasi tinggi terkait besaran bonus yang diterimanya. Namun, ia diam-diam berharap nominal BHR ke depannya bisa mengikuti standar ketentuan yang diatur oleh pemerintah bagi pekerja formal.

"Saya tidak terlalu expect (berharap lebih), kalau bisa dapatnya mengikuti yang diatur pemerintah. Mungkin karena mitranya terlalu banyak, jadi dapatnya tidak terlalu banyak," ujarnya memaklumi.

Menurut Mansur, besaran BHR yang diterima oleh setiap pengemudi sangat dipengaruhi oleh tingkat keaktifan bekerja setiap harinya.

Selain durasi jam kerja (on-bid), indikator lain yang sangat menentukan adalah tingkat penerimaan dan penyelesaian pesanan, serta kualitas layanan (rating) kepada pelanggan.

"Dapatnya tergantung jam kerja. Kalau 8 jam kerja dan teratur tiap hari pasti dapat banyak," jelasnya.

Sistem Kategori Kinerja

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved