Banyumas
Bantah Isu Tumbal Ajibarang-Pekuncen, Satlantas Pasang Papan Peringatan
Satlantas Polresta Banyumas pasang papan imbauan di jalur maut Ajibarang-Pekuncen, Selasa (12/5). Warga setempat sempat gelar doa tolak bala.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Satlantas Polresta Banyumas memasang papan imbauan di jalur nasional Ajibarang-Pekuncen, Selasa (12/5/2026).
- Pemasangan rambu ini merespons rentetan kecelakaan maut yang memakan korban jiwa dalam sepekan terakhir.
- Merasa khawatir, warga setempat sempat menggelar doa tolak bala dan mengecor jalan secara swadaya.
- Kades Ciberung menyebut kecelakaan sering dipicu permukaan bahu jalan dan jalan utama yang tidak rata.
- Pemerintah desa tegas membantah isu mistis terkait "tumbal" yang beredar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Satlantas Polresta Banyumas memasang papan imbauan di sepanjang jalur nasional Ajibarang - Pekuncen menyusul rentetan kecelakaan maut yang terjadi dalam sepekan terakhir di kawasan tersebut.
Pemasangan papan imbauan ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk mengingatkan para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur yang dikenal sangat rawan kecelakaan itu, khususnya di ruas antara Desa Ciberung hingga Desa Cikawung, Kabupaten Banyumas.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami mengatakan bahwa pihaknya kini melakukan langkah antisipasi cepat dengan memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan.
Baca juga: Bikin Resah, Jalur Ajibarang-Pekuncen Banyumas Disebut Meminta Tumbal. Warga Gelar Doa Bersama
"Kami dari Satlantas Polresta Banyumas saat ini telah melaksanakan kegiatan pemasangan papan imbauan disepanjang jalan Ajibarang - Pekuncen. Adapun pemasangan papan imbauan ini agar masyarakat pengguna jalan agar lebih hati hati dan mematuhi aturan berlalu lintas. Harapan kami semoga perjalanan anda, aman sampai dengan tujuan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/5/2026).
Diketahui, dalam kurun waktu sepekan terakhir telah terjadi serangkaian kecelakaan maut di jalur tersebut yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia maupun mengalami luka-luka parah.
Lokasi kecelakaan disebut-sebut berada di titik yang saling berdekatan dan memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat sekitar.
Merespons kondisi yang mencekam tersebut, warga setempat bahkan sempat menggelar kegiatan doa bersama tolak bala di sekitar lokasi kejadian perkara.
Selain jalur doa, warga juga berinisiatif melakukan pengecoran jalan secara swadaya pada bagian tepi yang dianggap sangat membahayakan pengendara, terutama bagi para pengguna sepeda motor.
Kepala Desa Ciberung, Sigit Pramono, mengatakan bahwa jalur tersebut memang sudah sejak lama dikenal sangat rawan kecelakaan, terutama saat diguyur hujan maupun cuaca gerimis.
Menurutnya, tingginya volume kendaraan besar yang melintas seperti truk dan bus, ditambah dengan kondisi jalan yang tidak rata antara badan jalan utama dan sisi bahu jalan, diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama seringnya terjadi kecelakaan.
Ia menjelaskan secara rinci, banyak pengendara sepeda motor yang mencoba menyalip kendaraan besar dari arah sisi kiri jalan.
Nahasnya, saat hendak kembali naik ke badan jalan utama, pengendara kerap kali kehilangan keseimbangan dan kendali akibat adanya perbedaan tinggi permukaan jalan.
"Banyak pengendara motor yang menyalip dari kiri lalu kehilangan kendali saat kembali naik ke badan jalan utama karena permukaan jalan tidak rata," ujarnya memaparkan kronologi yang sering terjadi.
Sigit menyebut pola kecelakaan yang serupa sudah berulang kali terjadi di lokasi tersebut dan telah beberapa kali menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Sementara itu, terkait merebaknya isu mistis yang berkembang liar di masyarakat mengenai jalur tersebut yang disebut "meminta tumbal", pihak pemerintah desa menilai bahwa kabar itu hanyalah hoaks yang berkembang dari cerita obrolan warga dan media sosial tanpa adanya bukti yang jelas.
Pihak kepolisian pun terus mengimbau masyarakat luas agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta disiplin mematuhi aturan lalu lintas saat melintasi jalur Ajibarang - Pekuncen, terlebih saat kondisi cuaca sedang hujan atau jalanan dalam keadaan licin. (jti)
| Ikut-ikutan TikTok, Orangtua Marah Anak Dihukum Disorot DPRD Banyumas |
|
|---|
| Sambil Karaoke Keliling, Warga Banjaranyar Banyumas Demo Tuntut Kades |
|
|---|
| Bunyi Gemeretak Dini Hari, Kantin SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto Ludes |
|
|---|
| Cari Kebaikan, Pengusaha Beli Perkutut Gunung Slamet Rp70 Ribu |
|
|---|
| Incar Pajak Homestay dan Hiburan, DPRD Banyumas Beri Catatan LKPJ 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260512-petugas-satlantas-pasang-papan-imbauan-ajibarang.jpg)