Rabu, 10 Juni 2026

Kendala Server SPMB Brebes

Datang Jam 5 Pagi, Server SPMB SMPN 1 Brebes Malah Lemot 30 Menit

Server SPMB Brebes lemot pada Selasa (9/6/2026). Kapasitas minim 300 Mbps bikin waktu verifikasi molor 30 menit, ortu antre sejak subuh.

Tayang:
Tribun Banyumas/Wahyu Nur Kholik
ANTREAN VERIFIKASI SPMB - Para calon peserta didik dan wali murid terlihat sedang mengantre panjang untuk menunggu berkasnya diverifikasi dalam tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Brebes, Selasa (9/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wali murid di Kabupaten Brebes mengeluhkan server verifikasi data SPMB yang sangat lambat.
  • Kapasitas bandwidth server saat ini hanya 300 Mbps untuk melayani 22 ribu pendaftar.
  • Proses verifikasi yang biasanya 2-5 menit membengkak menjadi 30 menit per siswa.
  • Pemerintah Kabupaten Brebes berencana menambah kapasitas bandwidth menjadi 800 Mbps.
  • Dindikpora menyiapkan opsi pemindahan server atau penyerahan berkas langsung ke sekolah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Sejumlah wali murid di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan lemotnya server verifikasi data Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Akibatnya, dari total kuota 22 ribu calon peserta didik jenjang TK hingga SMP, saat ini harus bersabar saat mengurus berkas pendaftaran yang tinggal menyisakan waktu dua hari ke depan.

Proses verifikasi data yang biasanya hanya memerlukan waktu dua sampai lima menit, kini terpaksa molor hingga 30 menit per calon siswa.

Baca juga: Solusi Kurang Murid, Pemkot Semarang Gratiskan 6000 Kursi Sekolah Swasta di SPMB 2026

Dampak lemotnya server tersebut, para calon siswa beserta orang tuanya harus rela mengantre selama berjam-jam hanya untuk melakukan tahap verifikasi data.

"Jam 5 pagi sudah ke sini ternyata memang sudah banyak yang antre. Ini prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot," ujarnya saat ditemui pada Selasa (9/6/2026).

Wali murid lainnya, Darmawan, mengaku bahwa lamanya tahap verifikasi ini dikhawatirkan bisa mengganggu kelancaran jadwal SPMB. Mengingat, jumlah pendaftar tahun ini sangatlah banyak.

"Verifikasi sampai Kamis. Kalau satu anak butuh 30 menit, khawatir tidak bisa terlayani semua. Perlu solusi agar server tidak lemot," ungkapnya resah.

"Tadi pagi lumayan lancar. Verifikasi data satu calon siswa paling lama 5 menit. Kalau lancar rata-rata 2 menit. Tapi sekarang sampai 30 menit, karena sedang lemot servernya," ungkap Untung.

Berdasarkan data yang dihimpun, di SMPN 1 Brebes hingga pukul 12.30 WIB, jumlah pendaftar tercatat mencapai 784 siswa. Namun, berkas calon peserta yang sudah berhasil terverifikasi baru menyentuh angka 139 anak. Sementara untuk yang belum diproses, akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Secara terpisah, Kepala Dinkominfo Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro, juga membenarkan perihal lemotnya server untuk pendaftaran SPMB ini. Dia menjelaskan, server SPMB yang dipakai oleh dinas saat ini hanya memiliki kapasitas bandwidth (BW) sebesar 300 Mbps, sedangkan berkas yang akan diverifikasi mencapai angka sekitar 22 ribu calon siswa. Tidak hanya untuk jenjang SMP, server induk ini nyatanya juga digunakan untuk menampung pendaftaran TK dan SD di seluruh Kabupaten Brebes.

"Server yang dipakai memang kapasitas BW 300 Mbps dan itu untuk melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD sampai SMP. Mestinya untuk menunjang kegiatan SPMB ini idealnya BW 800 Mbps," tandas Warsito mengakui adanya kekurangan.

Merespons problem klasik ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Sutaryono, mengungkap bahwa guna mengatasinya, pihak dinas sudah berkoordinasi dengan Dinkominfotik untuk segera menambah kecepatan jaringan internet.

"Kami sudah rapat dengan Dinkominfo, jadi server yang ada ini memang masih kurang, harus ada penambahan 500 Mbps, karena yang sekarang itu cuma 300 Mbps," ungkapnya.

Selain itu, setelah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merampungkan jam dinas, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi teknis jaringan hingga pukul 23.00 WIB.

"Nanti langkahnya kalau jam 23.00 WIB ternyata memang tetap lemot maka nanti server akan dipindahkan. Atau nanti yang sekolah-sekolah servernya masih lemot, kami arahkan agar berkas pendaftarannya diserahkan ke sekolah yang bersangkutan. Artinya mereka nanti sudah masuk urutan begitu," pungkas Sutaryono. (Pet)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved