Berita Banjarnegara

Nilai Rata-rata Siswa Swasta Hampir 90, Ortu di Banjarnegara Resah Anak Kalah Saing Masuk SMA Negeri

Orang tua di Banjarnegara keluhkan dugaan inflasi nilai di sekolah swasta yang membuat siswa sekolah negeri sulit masuk SMA/SMK negeri pada masa PPDB.

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNNEWS
PPDB BANJARNEGARA: Orang tua di Banjarnegara keluhkan dugaan inflasi nilai di sekolah swasta yang membuat siswa sekolah negeri sulit masuk SMA/SMK negeri pada masa PPDB. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), muncul keresahan dari orang tua siswa di Banjarnegara mengenai adanya dugaan kesenjangan nilai yang signifikan antara sekolah swasta dan sekolah negeri.

Aduan yang disampaikan pada Selasa (17/6/2025) menyoroti nilai rata-rata siswa dari beberapa sekolah swasta yang dinilai jauh melampaui sekolah negeri favorit.

Kondisi ini dikhawatirkan menciptakan persaingan yang tidak adil bagi para siswa dari sekolah negeri untuk dapat melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK negeri pilihan mereka.

Baca juga: Ironi Jalur Mutasi PPDB: ASN Pindah Tugas ke Purbalingga, Anak Malah Tak Bisa Sekolah

Dalam laporannya, seorang warga mengeluhkan betapa sulitnya siswa dari sekolah negeri untuk bersaing karena perbedaan nilai yang mencolok.

"Tolong dong kaji nilai siswa sekolah swasta di Banjarnegara, nilai-nilai rata-rata mereka jauh sekali melampaui sekolah-sekolah negeri favorit, sehingga kami sulit masuk ke SMA SMK negeri," tulis warga tersebut dalam aduannya.

Ia bahkan memberikan contoh spesifik di beberapa wilayah, di mana nilai siswa disebut sangat tinggi secara merata.

"Bahkan ada nilai di salah satu desa di kecamatan Punggelan dan Wanadadi yang nilai rata-ratanya hampir 90 semua," ungkapnya.

Pelapor mendesak agar Dinas Pendidikan, Pemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) atau dinas terkait segera hadir untuk mencari solusi atas masalah ini.

Ia berharap agar kesenjangan nilai ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena merugikan banyak siswa.

Laporan mengenai dugaan ketidakwajaran nilai ini telah diterima secara resmi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons atau keterangan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved