Berita Banyumas

Konflik Pedagang Pasar Wage Purwokerto VS PKL Memanas, Merasa Rezekinya Diserobot

Pedagang Pasar Wage Purwokerto keluhkan sepinya pembeli akibat PKL luar pasar. Dinas Perdagangan Banyumas siap batasi jam operasional PKL.

TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
PEDAGANG PASAR WAGE: Aktivitas pedagang yang berada di lorong Pasar Wage, Purwokerto, Rabu (4/6/2025). Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Perdagangan akan melakukan penataan ulang para pedagang Pasar Wage yang berada di area lorong pasar dan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Vihara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Suasana di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, kian hari kian memanas.

Keluhan para pedagang yang menempati kios di bagian dalam pasar menggema.

Mereka mengeluhkan sepinya pembeli.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Wage Purwokerto Banyumas: Anggaran Rp15 Miliar Diusulkan

Para pedagang menuding pembeli telah 'diserobot' oleh lapak-lapak yang menjamur di lorong-lorong pasar.

Lapak-lapak tersebut juga meluber hingga ke sekitar Jalan Vihara.

Menanggapi keluhan ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Banyumas tak tinggal diam.

Dinas Perdagangan siap mengambil langkah tegas.

Langkah tegas tersebut adalah menyetop praktik jualan 24 jam bagi pedagang di luar area pasar resmi!

Yance adalah salah seorang pedagang.

Ia telah puluhan tahun menggantungkan nasibnya di bagian dalam Pasar Wage.

Ia tak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya.

Baginya, biang kerok sepinya dagangan adalah keberadaan para pedagang di lorong.

Pedagang di lorong tersebut tak kunjung ditertibkan masuk ke dalam pasar.

"Sehingga bagian dalam pasar lebih sepi," keluh Yance kepada Tribunbanyumas.com.

"Harusnya pada masuk semua yang di lorong," lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved