Banjir Demak
Keluh Kesah Korban Banjir: Anak-Anak Sakit, Warga Karangrejo Bonang Berharap Dapat Bantuan
Mereka tak punya pilihan lain untuk beristirahat dan merebahkan tubuhnya. Tikar sudah basah, kasur tak bisa dipakai lagi.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Rustam Aji
Banjir menguasai jalan-jalan desa, halaman rumah, ruang tamu, dapur dan akhirnya tubuh anak-anak.
Tapi tak ada yang datang. Ana menunggu di rumah kecilnya, menolak mengungsi karena tidak tahu mau mengungsi dimana.
"Penginnya ya ada pengobatan gratis, ada bantuan makanan lah, untuk anak-anak. Kalau ada fungsikan sih mau ngungsi. Lah tapi enggak ada ya wis. Tunggu di rumah," ujarnya.
Warga lain, Sukaesih, juga menyimpan anak-anaknya di rumah yang sudah lama tak nyaman.
“Anak-anak ya ada yang demam, karena kondisi kaya gini saya inapkan di rumah tetangga yang lebih tinggi," ujarnya.
Sudah beberapa hari ini mereka hidup dalam genangan. Rumah terlalu kecil untuk melindungi anak dari udara dingin dan air kotor.
Baca juga: Detik-detik Pria Berjaket Ojol Terekam CCTV Bakar Mobil
Tentu kondisi tersebut membuatnya tak nyaman, kaki Sukaesih yang sudah mulai gatal dan memikirkan anaknya yang sakit, sedangkan sang suami yang pergi mencari ikan untuk bertahan.
Meski kondisi seperti ini, tapi Ana dan warga Karangrejo masih menunggu dan berharap air yang akan surut, dan pemerintah yang datang memberi perhatian. (Rad)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.