Berita Batang

Ekskavasi Dilanjutkan, Candi Batu Bata di Gringsing Batang Diduga dari Abad 7. Tertua di Jateng

BRIN melanjutkan ekskavasi candi batu bata yang ditemukan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Proses ekskavasi Candi Batu Bata di perbatasan Desa Sidorejo-Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2024). 

"Tereservasi, tersisa bagus, tapi hanya tersisa bagian kaki, sekitar 33 persen. Sementara, badan dan atap (candi), hilang."

"Ini kan bata, beda dengan batu kan, kalau roboh hancur," jelasnya.

Ia menyebut, sebenarnya, pihaknya sudah melakukan survei di Pantai Utara Batang sejak 2012.

Lalu, pada 2014-2015, pihaknya hendak mengekskavasi di sekitar situs pertirtaan Balaikambang.

Balaikambang adalah situs pertirtaan dari abad ke-9, jarak antara situs Balekambang dengan lokasi Candi Batu Bata itu sekitar 30 meter.

Temuan arca di Balekambang adalah situs Durga dari Hindu, dan Arca Sri Vashudara dari Budha.

Agus menyebut, pihaknya tidak bisa melakukan survei saat itu karena masih berupa hutan karet.

Kemudian, pada 2019, pohon karet dibuka.

"Kemudian, kami ekskavasi 2019, hasilnya kami laporkan ke Pemkab Batang untuk bisa membuka candi ini sehingga nanti bisa dinikmati."

"Namun, saat itu, kami belum sempat melakukan survei area di sekitar candi."

"Untuk tahun ini, karena kebutuhan delineasi, kami melakukan survei," terangnya.

Baca juga: Mengenal Candi Bima, Candi Terbesar di Dieng yang Terpengaruh Arsitektur Budaya India

Hasil survei area, pihaknya menemukan indikasi tinggalan arkeologi lain, yaitu struktur bangunan di bagian bukit. Kemudian, juga ada temuan tembikar hingga keramik.

"Jadi, memang yang jelas ini bangunan pemujaan, tapi apakah ini Budha atau Hindu, kami belum bisa memastikan karena emang belum ada indikasi apa-apa."

"Karena, biasanya, kalau seperti ini, hampir sama, kecuali kita tinggal lihat ada sisa arcanya atau inskripsi itu, baru kita bisa pastikan, sampai saat ini kita belum bisa menemukan," jelasnya.

Dia menduga, candi itu berasal pada zaman kerajaan sebelum Mataram Kuno yang baru ada pada abad ke 8.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved