Berita Jateng
Gagal Masuk SMA Taruna Nusantara, Ahmad Rozikin Dipasung 23 Tahun di Batang
Berdasarkan data Pemkab Batang, tidak hanya Ahmad Rozikin yang mengalami depresi dan harus dipasung.
Penulis: dina indriani | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Setelah gagal masuk SMA Taruna Nusantara Magelang, Ahmad Rozikin (38) seorang warga Kabupaten Batang harus dipasung puluhan tahun.
Ahmad Rozikin, warga Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, diketahui mengalami gangguan jiwa sejak sekitar 23 tahun yang lalu, setelah mengalami depresi berat akibat gagal diterima masuk SMA Taruna Nusantara.
Berdasarkan data Pemkab Batang, tidak hanya Ahmad Rozikin yang mengalami depresi dan harus dipasung.
Baca juga: Rumah Terbakar hingga Ludes di Bandar Batang, 1 Penghuni Tewas
Tetapi juga Mukhlis (45) warga Desa Candi, Kecamatan Bandar yang mengalami gangguan jiwa dan harus terisolasi dalam kondisi pasung di bagian belakang rumahnya.
Mukhlis mulai dipasung sejak 14 tahun yang lalu setelah mengalami kecelakaan terjatuh dari truk.
Kedua Warga ini telah mengalami masa pasung yang cukup lama, dengan kondisi kakinya terikat menggunakan tali tambang dan rantai, namun masih memungkinkan untuk bergerak di dalam ruangan belakang rumah mereka.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang memberikan perhatian serius.
Baca juga: 2 Residivis di Batang Produksi Uang Palsu. Dibelanjakan Beli Rokok, Bensin Eceran, hingga Buah
Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, melakukan kunjungan ke rumah Ahmad Rozikin dan Mukhlis untuk mengetahui kondisi mereka secara langsung.
Setelah berdialog dengan pihak keluarga, Pj Bupati mengungkapkan bahwa keluarga telah berusaha memberikan pengobatan kepada keduanya.
Ahmad Rozikin telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa sebanyak tujuh kali, namun kondisinya masih sering kambuh.
Baca juga: Mengenal Lek Liman, Maskot Pilkada Batang 2024 dari Sosok Ganesha. Ini Filosofinya
"Mengingat kondisi dia yang kadang-kadang mengamuk, maka pihak keluarga memutuskan untuk mengikat kakinya, sehingga dia masih bisa bergerak dan melakukan aktivitas, meskipun hanya di ruangan di bagian belakang rumah," jelas Lani, Selasa (11/6/2024).
Kasus ini terungkap ketika Badan Pusat Statistik (BPS) Batang tengah melakukan survei Potensi Desa (Podes) 2024.
Tim survei BPS menemukan bahwa dua warga tersebut hidup dalam kondisi pasung oleh keluarga mereka.
Pasung ini dilakukan karena kedua warga tersebut mengalami gangguan jiwa dan kadang-kadang menunjukkan perilaku agresif.
Baca juga: Waspada! Flu Singapura Menyerang Anak-anak di Batang. Begini Gejala dan Penanganannya
Perawatan Intensif
Setelah kunjungan tersebut, Pj Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk membawa Ahmad Rozikin dan Mukhlis untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.
Muncul Gerakan Pro Sudewo Gelar Istigasah di Lapangan Kayen Pati |
![]() |
---|
Potret Seram Eks Penjara Perempuan Gerwani di Pedalaman Kendal |
![]() |
---|
Eks Kantor Perusahaan Besar Era Kolonial di Semarang Terbakar, Hangus Tapi Masih Kokoh |
![]() |
---|
Buruh Geruduk Kantor DPRD Karanganyar, Minta Bentuk Satgas PHK |
![]() |
---|
Petani di Pakalongan Sulap Sawah Jadi Sirkuit untuk Balap Traktor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.