Berita Kudus
Warga Masin Kudus Bagi-bagi Paha Ayam di Tradisi Sewu Sempol, Digelar Setiap Jelang Ramadan
Masyarakat Dukuh Masin, Desa Kandangan, Kudus, bagi-bagi paha ayam di tradisi 'Sewu Sempol'. Tradisi ini digelar menjelang Ramadan.
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
"Ada dua kegiatan yang menjadi kegiatan rutin di makam keramat. Pertama, sedekah kubur atau sewu sempol, serta khol Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku," tuturnya.
Baca juga: Pemilik Biro Umrah Kudus Tilep Dana Jemaah Rp4,9 Miliar, Diduga untuk Beli Mobil hingga Judi Online
Selain membagikan sempol atau paha ayam, masyarakat melakukan doa bersama dengan membaca tahlil di komplek Makam Keramat Punden Masin.
Tujuannya, mendoakan keluarga yang sudah meninggal supaya mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
"Sempol ayam ini simbolis keselamatan dalam tradisi budaya," jelasnya.
Kepala Desa Kandangmas, Sofyan menyampaikan, sedekah kubur atau sewu sempol sudah ada sejak jaman dahulu.
Sehingga, menjadi tugas masyarakat saat ini untuk menjaga agar tidak punah.
Menurut dia, tradisi ini bagian dari ikhtiar dan doa masyarakat mengharapkan keberkahan kepada Allah SWT.
Baik keberkahan dalam keselamatan, berkah Rizki, berkah kesehatan, dan berbagai keberkahan lain.
"Tujuannya, untuk mengambil berkah kegiatan, ngalap berkah supaya diberikan kesehatan, ketentraman, dan rizki melimpah. Harus dijaga dan dilestarikan dengan baik," ujarnya.
Baca juga: Pulang Sekolah, Bocah 4 Tahun Tenggelam di Sungai Gelis Kudus. Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa
Sementara, Camat Dawe Famny Dwi Arfana menambahkan, wujud rasa syukur yang dicurahkan masyarakat melalui sebuah tradisi budaya ini patut diapresiasi.
Pihaknya memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya tradisi budaya khas Masin, Kandangmas, supaya bisa dijalankan rutin setiap tahun.
"Masyarakat hadir dalam kegiatan untuk mengharap berkah. Kami dukung penuh pelestarian tradisi budaya ini, selain bagian dari upaya nguri-uri budaya, sekaligus ajang bersilaturahim antar warga," harap dia.
Seorang warga, Setiasih mengatakan, sudah beberapa tahun mengikuti tradisi budaya sewu sempol atau sedekah kubur.
Kata dia, tradisi ini bagian dari upaya masyarakat dalam mengungkapkan rasa syukur sembari berdoa bersama.
"Ya, ini pelaksanaan tradisinya diikuti banyak orang, mungkin lebih dari seribu orang bersama-sama serentak," tutur dia. (*)
Baca juga: Tempat Tidur di RSUD Soewondo Kendal Penuh, Jumlah Pasien Melonjak karena DBD dan Demam
Baca juga: Belum Jadi WNI, 3 Pemain Ini Sudah Dipanggil Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
Niat Jual Gudang, Pengusaha Kudus Malah Tertipu Rp2 Miliar |
![]() |
---|
Dampak Polemik Royalti, PO Haryanto Tak Lagi Putar Musik di Bus. Kru Bandel Tanggung Tagihan LMKN |
![]() |
---|
Pasar Kliwon Kudus Sepi Pembeli, Pedagang Ekspresikan Keprihatinan dengan Pawai di HUT Ke 80 RI |
![]() |
---|
Direktur Perusda Percetakan Kudus Dicopot. Proyek yang Masuk Digarap di Luar |
![]() |
---|
Beda dari Pati, Kudus Hapus Denda Tunggakan PBB. Beri Diskon 15 Persen Restribusi Pasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.