Berita Wonosobo

Kasus DBD Meningkat di Wonosobo, Awal 2024 Ada 33 Kasus

Kasus DBD di Wonosobo meningkat akhir-akhir ini. Di awal 2024 sudah ada 33 kasus ditemukan. Apa respons pemerintah kabupaten?

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
Welcome to all and thank you for your visit ! ? dari Pixabay
Ilustrasi demam berdarah dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo mencatat ada 33 kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo mencatat ada 33 kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Angka ini dinilai cukup tinggi mengingat angka kasus pada tahun lalu, yakni 2023 mencapai 49 kasus sepanjang tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Wonosobo, Heriyono mengatakan, jumlah penderita DBD tahun ini tampaknya cukup tinggi bila dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Temukan 23 Kasus DBD di Awal Tahun, Dinkes Wonosobo Gercep Lakukan Fogging

Dinkes Wonosobo melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Kelurahan Kejiwan, Wonosobo. Kasus DBD meningkat pada awal 2024 ini, Jumat (2/2/2024).
Dinkes Wonosobo melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Kelurahan Kejiwan, Wonosobo. Kasus DBD meningkat pada awal 2024 ini, Jumat (2/2/2024). (imah masitoh/tribunbanyumas.com)

Penanganan saat in, Dinkes mengerahkan pengasapan atau fogging untuk memberantas jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Setelah ditemukan kasus DBD, Dinkes Wonosobo melakukan penyemprotan fogging guna membasmi bintik nyamuk di beberapa wilayah.

"Beberapa tempat sudah di-fogging, yaitu di Kelurahan Kejiwan, Leksono, dan Ngalian.

Sementara yang lain belum ada jadwal, menunggu perkembangan kasus yang ada," bebernya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (19/2/2024).

Baca juga: Seorang Anak di Pati Meninggal akibat DBD. Selama Januari, 33 Warga Terserang Demam Berdarah

Heriyono menambahkan, kasus DBD mengalami fluktuasi semenjak beberapa tahun terakhir. 

Pada tahun 2021 hanya ada 12 kasus temuan, lalu naik menjadi 95 kasus di tahun 2022, dan turun lagi di tahun 2023 yakni sebanyak 49 kasus.

"Tahun 2024 sampai hari ini terpantau ada 33 laporan yang masuk," imbuhnya.

Baca juga: 1 Warga Kudus Meninggal Akibat DBD. Dinkes Persilakan Warga Deteksi Dini DBD di Puskesmas, Gratis!

Heriyono mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dengan gejala-gejala DBD dan segera membawanya pada fasilitas kesehatan bila ditemukan gejala.

Selain itu upaya-upaya pencegahan juga penting dilakukan.

"Cara paling ampuh yang paling mendasar baginya yaitu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Masyarakat dianjurkan untuk membersihkan tempat-tempat cekung yang membuat air menggenang," tandasnya. (*)

Baca juga: Kasus DBD di Semarang Naik Hampir Tiga Kali Lipat, 30 Kasus Meninggal Dunia, Kecamatan Ini Tertinggi

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved