Berita Wonosobo
Temukan 23 Kasus DBD di Awal Tahun, Dinkes Wonosobo Gercep Lakukan Fogging
Ditemukannya kasus demam berdarah atau DBD di wilayah Kelurahan Kejiwan, Dinkes Wonosobo melakukan tindakan fogging, Jumat (2/2/2024) pagi.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ditemukannya kasus demam berdarah atau DBD di wilayah Kelurahan Kejiwan, Dinkes Wonosobo melakukan tindakan fogging, Jumat (2/2/2024) pagi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo, Jaelan mengatakan, pada bulan Januari 2024 di Wonosobo ditemukan ada sebanyak 23 kasus DBD.
"Ini data kita di bulan Januari 2024 sudah menemukan 23 kasus DBD. Nah ini yang 6 kasus mengumpul di wilayah RW 4 dan RW 5 Kelurahan Kejiwan. Pagi hari ini kita lakukan fogging," ungkapnya.
Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan menggunakan racun untuk membunuh nyamuk dewasa.
Jaelan menambahkan, upaya fogging pertama di Kelurahan Kejiwan menjadi pilihan terakhir, setelah sebelumnya telah dilakukan berbagai upaya. Nantinya fogging kedua akan dilakukan 7 hari setelahnya.
Baca juga: Pemkab Lebak Banten Belajar Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar di Cilacap
"Sebelumnya warga telah melakukan survey jentik, kemudian pemberantasan sarang nyamuk. Jadi ini langkah terakhir yang dilakukan untuk pengendalian demam berdarah," imbuhnya.
Baru-baru ini, Dinkes Wonosobo juga mendapat aduan informasi penemuan dugaan kasus DBD di wilayah Kecamatan Leksono.
"Kemarin sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi, dilakukan survey jentik. Masih belum keluar hasilnya. Apakah sudah terjadi penularan setempat atau belum," terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan, perubahan cuaca akhir-akhir ini perlu diwaspadai berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Selain itu, Jaelan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menggiatkan 3M. Antara lain menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Baca juga: Dari 2018 hingga 2022, Kerugian Nasabah Akibat Penipuan Berkedok Investasi Capai Rp 16,7 triliun
Masyarakat juga diminta untuk sadar akan gejala-gejala yang mengarah pada kasus DBD agar dapat memperoleh fasilitas kesehatan secepatnya.
"Musim seperti ini ada peningkatan resiko, sehingga layanan kesehatan kita siapkan. Tapi yang lebih penting masyarakat lebih melindungi diri, mencegah untuk tidak tertular. Mencegah lebih baik dari pada mengobati," tandasnya. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Fogging-Wonosobo.jpg)