Berita Jepara

Isu BPR Bank Jepara Artha Kolaps, Nasabah Ramai-ramai Tarik Tabungan. Berawal 35 Debitur Bermasalah

Nasabah BPR Bank Jepara Artha (Perseroan) ramai-ramai datang ke kantor bank di Jalan A Yani No 62 Pengkol Jepara, Jumat (22/12/2023).

TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
Seorang nasabah mendaftar untuk menarik uang tabungan di BPR Bank Jepara Artha, Jumat (22/12/2023). Antrean penarikan tabungan mengular setelah beredar kabar bank milik Pemkab Jepara itu mengalami kolaps. 

"Khawatir saja kalau beneran kolaps bagaimana? Karena ini bukan uang saya tapi milik anak didik," ungkap perempuan berkacamata itu, saat ditemui Jumat.

Baca juga: Jelang Musim Baratan, Nelayan di Jepara Digelontor 35,7 Ton Beras Bantuan Pangan

Isu BPR Jepara Artha kolaps memang berseliweran di medsos sepekan terakhir.

Sejak saat itu, para nasabah berbondong-bondong datang ke kantor bank untuk menarik uang simpanan mereka.

Antrean Dibatasi 100 Nasabah Per Hari

Berdasar data yang disampaikan Ubaidur Rohman, petugas pendaftaran penarikan tabungan BPR Jepara Artha, hingga Jumat, ada ribuan nasabah yang bermaksud menarik uang mereka.

Namun, mayoritas tak bisa langsung dilayani karena manajemen sudah membuat ketentuan, setiap hari, hanya ada 100 nasabah yang dilayani.

Imbasnya, terjadi antrean daftar tarikan nasabah.

Hingga Jumat pagi, daftar antrean telah mencapai tanggal 23 Januari 2024.

Jumlah antrean diperkirakan akan terus panjang dan lama. Sebab, setiap hari, ada nasabah yang mendaftar ingin menarik uang mereka.

"Nasabah ada yang datang pukul 02.00 dini hari. Sehingga, pagi hari, kuota 100 nasabah itu sudah habis, ini yang mengakibatkan antrean kian panjang," jelas Ubaidur Rohman yang sehari-hari bertugas sebagai Satpam BPR Jepara Artha ini.

Temuan OJK

Kabar BPR Jepara Artha kolaps muncul ke permukaan seiring temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adanya 35 debitur yang persyaratan jaminannya bermasalah.

Terdapat sekitar 70 hingga 80 bidang agunan yang proses balik nama dan jual beli ke nama debitur belum selesai.

Kondisi itu dianggap bermasalah oleh OJK dan dianggap mengkhawatirkan.

Baca juga: Kirim Pesan Bernada Pamit di Grup Pejabat Pemkab Jepara, Pj Bupati Edy Supriyanta Ikut Diganti?

Rata-rata debitur ini berasal dari luar kota. Di antaranya, Klaten, Yogyakarta, Sleman, Solo, dan Wonogiri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved