Berita Jepara

Isu BPR Bank Jepara Artha Kolaps, Nasabah Ramai-ramai Tarik Tabungan. Berawal 35 Debitur Bermasalah

Nasabah BPR Bank Jepara Artha (Perseroan) ramai-ramai datang ke kantor bank di Jalan A Yani No 62 Pengkol Jepara, Jumat (22/12/2023).

TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
Seorang nasabah mendaftar untuk menarik uang tabungan di BPR Bank Jepara Artha, Jumat (22/12/2023). Antrean penarikan tabungan mengular setelah beredar kabar bank milik Pemkab Jepara itu mengalami kolaps. 

Akibat permasalahan tersebut, OJK melarang Bank Jepara Artha menyalurkan kredit atau menghimpun dana untuk sementara waktu.

Bank Jepara Artha hanya diperbolehkan melayani penarikan uang nasabah.

Sayangnya, kondisinya tak sepenuhnya lancar sesuai keinginan nasabah bahkan antrean penarikan uang mengular hingga Januari tahun depan.

Hasil audit OJK itu juga diperkuat dengan temuan pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Mengalir ke Pengusaha Sekaligus Timses Caleg

Berdasar data yang diperoleh Tribunbanyumas.com, PPATK menemukan kredit yang diduga bermasalah itu mengalir ke sejumlah nama dan lembaga atau perusahaan.

Satu di antaranya, mengalir ke MIA atau Muhammad Ibrahim Al Asyari.

Hasil penelusuran jejak digital, MIA atau Muhammad Ibrahim Al Asyari tercatat sebagai Dirut PT Bumi Manfaat Gemilang (BMG).

Perusahaan ini menaungi pabrik penggilingan beras yang berlokasi di Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, yang resmi beroperasi pada Rabu (7/6/2023).

Data yang diterima, MIA menerima kucuran kredit dari Bank Jepara Artha sebesar Rp 102 miliar pada kurun waktu 2022-2023.

Dana segar itu mengalir ke 27 rekening debitur.

Baca juga: Tegas, KPU Jepara Larang Peserta Pemilu 2024 Pasang Alat Peraga Kampanye di Kawasan Lapangan Desa

Tak lama setelah pencairan kredit itu, dilakukan penarikan tunai untuk disetorkan kembali ke rekening MIA yang jumlahnya mencapai Rp94 miliar.

Dana yang masuk ke rekening MIA itu kemudian dialirkan kembali ke beberapa perusahaan, di antaranya ke PT BMG, PT PHN, PT NBM, beberapa individu, serta ada juga yang mengalir ke Koperasi Garudayaksa Nusantara.

MIA tak hanya seorang pengusaha, ia juga tercatat sebagai tim sukses caleg.

Pada Pemilu 2019 misalnya, ia menjadi tim sukses Pratitis Mukti Tami yang merupakan caleg Partai Gerindra dengan nomor urut tiga di Daerah Pemilihan V Jawa Tengah, yang meliputi Klaten, Boyolali, Solo, dan Sukoharjo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved