Berita Demak

Polda Jateng Kirim 10 Psikolog, Dampingi Saksi dan Pelaku Pembacokan Guru MA Yasua Pilangwetan Demak

Polda Jawa Tengah menerjunkan tim psikolog untuk melakukan trauma healing guru dan murid saksi pembacokan guru MA Yasua Pilangwetan Demak.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Dok Polda Jateng
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP pembacokan seorang guru oleh muridnya sendiri di Kebonagung, Demak, Jawa Tengah, Senin (25/9/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng menerjunkan tim psikolog untuk melakukan trauma healing terhadap guru dan murid saksi pembacokan di MA Yasua Pilangwetan, Kabupaten Demak.

Kepala Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng AKBP Novian Susilo mengatakan, pihaknya menerjunkan 10 psikolog ke Demak.

"Iya, kami ke lokasi, hari ini," katanya, Rabu (27/9/2023).

Menurutnya, tim Psikolog Polda Jateng lebih dulu melakukan mapping dan profiling sebelum melakukan langkah-langkah teknis.

"Nanti, dari kepala sekolah maupun dari lingkungan, bagaimana, kita bagi tugas, tim kami," paparnya.

Baca juga: Murid Pembacok Guru MA Yasua Pilangwetan Demak Terancam 12 Tahun Penjara, Dijerat Pasal Berlapis

Penanganan akan dilakukan berdasarkan klasifikasi, ringan hingga serius.

"Langkah yang nanti dilakukan melihat di lapangannya," ucapnya.

Tak hanya kepada para saksi, Polda Jateng juga akan melakukan pendampingan kepada MAR (17), pelaku pembacokan kepada guru.

MAR kini berstatus sebagai anak berkonflik dengan hukum.

Namun, pendampingan akan dilakukan menunggu proses berita acara pemeriksaan (BAP) selesai dilakukan oleh penyidik.

"Kami backup komprehensif tindak pidana yang terjadi. Membantu penanganan secara komprehensif terhadap lingkungan terdampak," tuturnya.

Sebelumnya, seorang guru bernama Ali Fatkhur Rokhman, guru olahraga sekaligus kesiswaan, dibacok muridnya di salah satu ruang kelas ketika berlangsung ujian tengah semester UTS), Senin (25/9/2023).

MAR emosi lantaran dilarang Ali Fatkhur mengikuti ujin karena MAR belum mengumpulkan tugas.

Baca juga: Lihat Langsung Pembacokan, Sejumlah Murid MA Yasua Pilangwetan Demak Pingsan hingga Dilarikan ke RS

Tersangka yang sakit hati kemudin pulang ke rumah mengambil sabit.

MAR kembali lagi ke sekolah dan mendatangi korban di kelas, kemudian mengayunkan sabit yang disimpan di punggung hingga meluki leher dn lengan kiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved