Haji 2023

Mbah Suminah Jadi Jemaah Calon Haji Tertua Embarkasi Solo, Berumur 103 Tahun dan Masih Bugar

Suminah (103), warga Pengkol, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi jemaah calon haji tertua dari Jateng dan DIY.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Mahfira Putri Maulani
Suminah (103), jemaah calon haji tertua dari Jawa Tengah dan DIY, tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (20/6/2023). Suminah merupakan jemaah calon haji asal Pengkol, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 90 Embarkasi Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI – Suminah (103), warga Pengkol, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi jemaah calon haji tertua dari Jateng dan DIY.

Meski sudah lanjut usia (lansia), nenek tiga cucu itu masih terlihat bugar.

Bahkan, untuk mobilitas, Suminah tak perlu bantuan tongkat atau pun kursi roda.

Usai diterima di Gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (20/6/2023), Suminah menjadi jemaah pertama yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kepada petugas, Suminah mengaku tidak membawa obat-obatan khusus. Dia hanya membawa obat cair pencegah masuk angin dan obat sakit kepala.

Saat dicek, tensi Suminah sempat tinggi sehingga petugas kesehatan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo memberikan obat.

Baca juga: Lempar Jumrah Bisa Diwakilkan, PPIH Sarankan Jemaah Haji Lansia Tetap di Tenda saat di Mina

Ditemui sebelum pengecekan kesehatan, Suminah mengaku berangkat ke Tanah Suci tanpa pendamping keluarga.

Suaminya juga telah lama meninggal dunia.

Suminah datang bersama rombongan dan pendamping rombongan.

Meski begitu, keluarga Suminah turut mengantar sampai Asrama Haji Donohudan Boyolali.

"Berangkat sendiri, keluarga mengantar sampai sini (Asrama Haji Donohudan Boyolali)," kata Suminah kepada wartawan.

Suminah senang akhirnya bisa berangkat haji tahun ini.

Dia mendaftar pada 2015 lalu dengan menjual satu di antara sapi ternak miliknya, sebagai uang muka.

"Senang sekali bisa berangkat haji. Dulu menjual satu sapi untuk daftar haji tahun 2015. Yang daftarkan dulu ya anak-anak," kata Suminah.

Sementara, untuk persiapan haji, Suminah mengaku tidak melakukan persiapan khusus.

Sehari-hari, seusai salat subuh,, Suminah rutin berjalan-jalan guna menjaga kebugaran tubuh.

Dirinya juga rutin melaksanakan salat tahajud dan duha pada siang hari untuk memperkuat spiritual.

Sementara, untuk aktivitas harian, dia memiliki kebiasaan memberi pakan sapi-sapi miliknya.

Namun, tugas mencari rumput sudah diambil alih anaknya.

"Sekarang, ya cuma ngasih makan sapi-sapi sama nyapu. Dulu, ya sering ke sawah, tapi sekarang sudah enggak," imbuhnya.

Baca juga: Wow, Ratusan Bungkus Rokok Dibawa dalam 6 Koper Jemaah Haji Asal Surabaya. Disita Petugas Bandara

Sementara itu, Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rahma Indriadi mengatakan, Suminah dalam kondisi sehat dan tidak ada catatan kesehatan khusus.

"Alhamdulillah, haji tertua Embarkasi Solo sudah masuk bersamaan dengan Kloter 90."

"Dicek kesehatan secara menyeluruh, beliau kondisinya baik, secara catatan, kesehatan layak terbang," katanya.

Gentur mengatakan, Suminah telah menerima dokumen dan living cost.

Suminah juga sudah diarahkan ke kamar untuk beristirahat.

Suminah akan terbang ke Tanah Suci untuk berhaji pada Rabu (21/6/2023), pukul 10.55 WIB. (*)

Baca juga: Peternak di Karanganyar Kecewa, Sapinya Batal Dibeli Presiden untuk Hewan Kurban: Bobot Kurang

Baca juga: Bayar Rp65 Ribu, Warga Kebumen Bisa Tukar Tabung Melon Kosong dengan Bright Gas Isi. Ini Lokasinya

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved