Berita Banyumas
Dinkes Banyumas Bungkam Terkait Adanya Pasien Curhat Ditolak Rumah Sakit
Ketika diminta tanggapan terkait persoalan pelayanan rumah sakit tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas enggan memberikan komentar.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
Pada Jumat (3/3/2023) Geta dinyatakan tetap harus pulang.
Hanya selang NGT yang masih terpasang, kateter dilepas, infus dilepas.
Lagi-lagi hanya matanya yang bergerak.
Baca juga: Alhamdulillah, 2000 Penderes di Banyumas Kini Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dibantu Baznas
Keluarga masih terkejut dengan pernyataan dokter dan staf RSUD A.
"Keluarga bingung, apa bisa keluarga bisa merawat Geta dengan keadaan tersebut.
Keluarga ingin Geta masih dirawat di RSUD supaya bisa dikontrol secara medis.
Tapi RSUD menolak dengan alasan dokter sudah menyatakan Geta membaik dan bisa dirawat di rumah," ungkapnya dalam postingan.
Keluarga mendesak pihak RSUD membuat rujukan ke salah satu rumah sakit besar RSUD M di Kota Purwokerto.
Sayangnya keluarga mendapat respon yang membingungkan karena RSUD A tempat Geta dirawat menolak membuat rujukan dengan alasan:
"Nanti ketika di RSUD M di Purwokerto juga belum tentu diterima karena belum tentu ada ruang di IGD dan ICU,"
Pernyataan itu disampaikan salah satu staf RSUD A yang bekerja.
Ditolak Rumah Sakit
Karena harus tetap pulang, keluarga Geta mencoba menghubungi ambulans dari komunitas sosial di desanya.
Yaitu untuk membawa Geta ke salah satu Rumah Sakit Umum swasta yaitu RS H di Purwokerto.
Kateter dan infus dilepas, ambulans pun datang.
Keluarga berinisiatif membawa Geta langsung ke RS H karena keluarga bingung dengan kondisi yang dialami Geta.
Apalagi Geta tidak tahu ilmu medis.
Baca juga: 700 Penderes di Cilongok Banyumas Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Gratis!
Di RS H, Geta justru bertemu dengan dokter yang sama seperti di RSUD A.
Yang lebih mengecewakan, RS H menolak dengan dalih ICU di tempatnya penuh.
RS H menyatakan bisa menerima bila pembiayaan tidak ditangguhkan pada BPJS dengan kata lain menggunakan umum.
Kesedihan tidak sampai di situ.
Karena tidak jadi dirawat di RS H, Geta dibawa pulang ke rumah.
Keluarganya hanya pekerja serabutan atau buruh harian lepas, harus membiayai perawatan Geta.
Keperluannya adalah seperti susu pengganti makanan, vitamin otak, oksigen, pampers, dan lain-lain yang tidak murah.
Pada Sabtu (4/3/2023) keluarga Geta menghubungi Dinas Sosial lewat hotline dan menemui beberapa penggiat sosial untuk meminta bantuan advokasi.
Pada Minggu (5/3/2023) keluarga juga berkonsultasi dengan Puskesmas setempat terkait apa yang dialami, yaitu dipulangkan Geta dari RSUD A dan ditolaknya di RS H.
Baca juga: Pengobatan 21 Kondisi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Daftarnya
Pihak RSUD A juga tidak mau memberikan tanggapan soal kemarin itu.
"Mereka malah mengatakan, 'Kalau mau dirawat lagi, ya, datang lagi aja ke IGD dan mulai seperti awal.
Kalau tidak, tunggu jadwal kontrol aja nanti tanggal 8.
Dicek dulu keadaannya seperti apa?' kata petugas yang ditemui di IGD," ungkap akun twitter tersebut.
Pada malam harinya, @meysetiawati mengaku mendapatkan bantuan komunitas sosial.
Relawan akan membantu Geta masuk ke RSUD di Purwokerto.
Pada Senin (6/3/2023) pukul 08.30 sebelum ambulans relawan datang, ambulans dari RSUD A datang.
Ambulan RSUD A datang dengan 2 dokter dan 1 petugas mengunjungi Geta.
Mereka mau melihat keadaan Geta.
Baca juga: Segera Lapor saat Ada Keluarga Peserta BPJS Kesehatan Meninggal. Jika Tidak, Tagihan Terus Berjalan
Setelah diperiksa oleh 3 petugas RSUD A, ambulans relawan datang.
Keluarga bergegas berbenah dan menandu Geta ke dalam ambulans relawan.
Sesampainya di RSUD M di Purwokerto, keluarga sudah ditunggu teman relawan dan Geta langsung ditangani di IGD.
Geta dipindahkan dari ruangan HCU ke ruangan Inap Anyelir.
Geta dipindahkan ke rawat inap Anyelir lantai 4 dan kondisnya saat ini semakin membaik.
"Semoga kedepannya tidak ada lagi Geta-Geta lain yang bernasib sama.
Kalian tidak sendiri masih banyak orang baik diluar sana.
Doakan Geta supaya lekas pulih, ya," tulisnya.
Ia mengatakan kondisi Geta saat ini berangsur pulih dan dapat mengedipkan mata dan berinteraksi. (*)
Baca juga: Keprihatinan Ganjar kepada Chelsi Warga Rusunawa Kaligawa, Tak Bisa Berobat Karena Ortu Nunggak BPJS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tangkapan-layar-curhat-keluarga-pasien-banyumas.jpg)