Berita Banyumas
Dinkes Banyumas Bungkam Terkait Adanya Pasien Curhat Ditolak Rumah Sakit
Ketika diminta tanggapan terkait persoalan pelayanan rumah sakit tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas enggan memberikan komentar.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
Dokter mendiagnosa Geta terkena Encephalitis (Radang Otak).
Hal itu sontak membuat pihak keluarga kaget dan tidak menyangka dengan sakit semacam itu.
Setelah 10 hari di ICU Geta dinyatakan membaik dan dipindahkan ke ruang perawatan Cendrawasih Atas.
Diminta Pulang
Di hari ke 5 di ruang Cendrawasih, perawat RSUD A mengatakan Geta bisa pulang ke rumah esok harinya.
Namun ketika dinyatakan boleh pulang, pihak keluarga justru ragu karena kondisi Geta terlihat masih belum pulih.
"Bagi keluargaku, waktu itu adalah kebimbangan dan ragu yang luar biasa.
Dengan kondisi selang oksigen masih menempel, infus, kateter, dan selang NGT untuk makan terpasang di tubuh yang tak bisa digerakkan, kecuali mata.
Nafasnya pun masih tersendat-sendat," terangnya dalam postingan twitter.
Baca juga: RSUD Ajibarang Banyumas Kini Miliki 16 Kamar Kelas 3 Standar BPJS, Fasilitas Komplit
Karena ragu dengan kondisi yang dilihat keluarga belum benar-benar pulih, keluarga menanyakan ke dokter saraf yang menangani.
"Kami menanyakan pada dokter mengenai isu kepulangan Geta, dokter saraf menjawab:
Kesehatannya mulai stabil, tinggal menunggu dokter paru," tambahnya dalam cuitan twitter.
Di hari ke 6 dokter paru didampingi perawat datang ke ruang Cendrawasih mengecek keadaan Geta yang akan pulang.
Dokter langsung mengajarkan treatment perawatan di rumah.
Padahal pihak keluarga masih ragu membawanya pulang dengan keadaan seperti itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tangkapan-layar-curhat-keluarga-pasien-banyumas.jpg)