Banyumas
Kos Mahasiswi Sering Kebanjiran, Kawasan Kumuh Karangwangkal Ditata
Pemkab Banyumas ajukan Rp8,5 M ke Kementerian PKP untuk tata kawasan kumuh Karangwangkal dan Grendeng yang kerap banjir, Rabu (15/4/2026).
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Pemkab Banyumas berencana menata kawasan kumuh seluas 15,3 hektare di Kelurahan Grendeng dan Karangwangkal tahun ini.
- Anggaran senilai Rp8,5 miliar tengah diajukan kepada Kementerian PKP untuk realisasi penataan tersebut.
- Kawasan padat kos mahasiswi ini sering terendam banjir setinggi betis akibat limpahan air dari arah kampus.
- Warga menyambut baik rencana pengaspalan jalan, perbaikan gorong-gorong, hingga pemasangan paving di jalan setapak.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Warga RW 03 Kelurahan Karangwangkal di Kecamatan Purwokerto Utara kini tengah menanti pelaksanaan penataan kawasan permukiman yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Rencananya, Pemkab Banyumas pada tahun ini akan melakukan penataan kawasan kumuh yang mencakup area seluas 15,3 hektare.
Wilayah penataan tersebut terbagi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Grendeng yang meliputi RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 di RW 01, lalu RT 01, RT 02 di RW 03, dan RT 01, RT 02, RT 03 di RW 04.
Baca juga: Kawasan Kumuh Dekat Kampus Unsoed Purwokerto Bakal Ditata, Pemkab Banyumas Usulkan Rp8,5 M ke Pusat
Sementara itu, untuk wilayah Kelurahan Karangwangkal meliputi RT 01, RT 03, dan RT 04 di wilayah RW 03.
Saat ini, kucuran anggaran untuk proyek penataan kawasan kumuh tersebut sedang diajukan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dengan nilai usulan sebesar Rp8,5 miliar.
Tunggu Realisasi Penataan
Warga RT 03 RW 03 Kelurahan Karangwangkal, Sri Surya (63), mengatakan bahwa dirinya sudah mendengar kabar mengenai rencana penataan di perkampungannya tersebut.
Bahkan, ia mengaku sudah melihat langsung sejumlah petugas turun melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran jalan.
"Katanya mau dibagusin, mau diaspal," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/4/2026).
Sri menceritakan, perkampungannya memang merupakan wilayah yang padat penduduk.
Hal ini turut dipengaruhi oleh menjamurnya bangunan kos-kosan yang dihuni oleh para mahasiswi.
Di samping itu, rumah-rumah warga di sana juga terbilang cukup banyak dan saling berhimpitan.
Kondisi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh warga setempat adalah ketika terjadi curah hujan deras.
Di sejumlah titik, pasti akan terjadi genangan air yang cukup mengganggu aktivitas.
"Kalau hujan deras, banjir tingginya sebetis orang dewasa. Biasanya air di saluran meluap," ungkapnya.
Limpahan Air Kampus
Persoalan jalan yang terendam banjir genangan nyatanya juga menjadi makanan sehari-hari di permukiman RT 04 RW 03 Kelurahan Karangwangkal.
| Tanam 4.000 Batang Cabai, Santri Ponpes Al Ijtihad Kemranjen Panen Cuan |
|
|---|
| Lirik Plastik KW2 Jadi Cuan, Kerajaan Selangor Datangi Banyumas |
|
|---|
| Tol Pejagan-Cilacap Rp27 T Ditawarkan ke Rusia, Bupati Banyumas Jadi Sales |
|
|---|
| Orang Meninggal Pesan Bunga, Kisah Mistis Toko Bunga Tertua di Purwokerto |
|
|---|
| Kisah Syekh Maulana Maghribi di Baturraden Diangkat Lewat Animasi AI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-kawasan-kumuh-karangwangkal.jpg)