Berita Banyumas
Dinkes Banyumas Bungkam Terkait Adanya Pasien Curhat Ditolak Rumah Sakit
Ketika diminta tanggapan terkait persoalan pelayanan rumah sakit tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas enggan memberikan komentar.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
Tenggorokannya juga susah menelan.
Ia juga merasa pusing dan lemas.
"Bapaku mengira Geta darah rendah, kemudian dibelikan sate kambing.
Setiap malam Geta menggerutu karena 3 hari setelah berobat, Ia merasa tak ada perubahan," tulis akun @meysetiawati.
Akhirnya Geta dibawa ke dokter umum lain, namun kondisinya tidak kunjung membaik malah terus memburuk.
Karena tidak kunjung membaik, keluarga akhirnya membujuk Geta yang takut jarum suntik itu berobat ke salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di dekat rumahnya.
Baca juga: Babak Baru Bentrok Ormas Pemuda Pancasila dan Lowo Ireng di Banyumas, 4 Orang Ditangkap
Ia sebut dengan RSUD A.
Kondisi Geta saat itu tidak bisa mengunyah dan susah berbicara.
Badanya panas, lemas, namun masih sanggup berjalan dan berboncengan saat diantar ke rumah sakit.
Sesampainya di RSUD A, Geta ditangani dan masuk IGD pukul 12.30 WIB.
Pihak keluarga menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan kelas III yang dibayarkan setiap bulannya.
Usai mssuk IGD pada pukul 16.00 Geta dipindah ke ruang perawatan Camar.
Namun ketika sudah dipindah di ruang Camar kesadarannya makin menurun, tangan dan kaki kiri sulit digerakkan.
Tangan kanannya bergerak seperti tak bisa dikontrol.
"Atas saran dokter, Sabtu (18/3/2023) Geta dibawa ke ICU," cuitnya dalam twitter.
Baca juga: Warga Cilongok Banyumas Dilaporkan Istri ke Polisi, Cabuli Anak Tiri Dua Kali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tangkapan-layar-curhat-keluarga-pasien-banyumas.jpg)