Berita Semarang

Penculikan Anak di Semarang, Ayah Korban Sempat Linglung setelah Berjabat Tangan dengan Pelaku

Seorang anak berinisial W (8), berhasil diselamatkan dalam upaya penculikan yang dilakukan Santoso, warga Pandansari, Kota Semarang, Selasa sore.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR SYAFIQ
W (8), korban penculikan anak bertemu orangtuanya di Mapolsek Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (10/1/2023). Korban berhasil diselamatkan polisi setelah diculik sejak Senin (9/1/2023) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang anak berinisial W (8), berhasil diselamatkan dalam upaya penculikan yang dilakukan Santoso, warga Pandansari, Kota Semarang, Selasa (10/1/2023).

Selain membawa anak tersebut, Santoso juga membawa kabur motor orangtua korban.

Santoso diringkus Polsek Semarang Utara di kawasan Pasar Waru, Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Selasa (10/1/2023) sekitaran pukul 17.30 WIB.

Setiawan, ayah W mejelaskan kronologi kejadian penculikan yang dialami anaknya.

Baca juga: Resmi! Resal Mundur dari Kursi Kepelatihan PSIS Semarang, Ini Pernyataan Lengkap CEO Yoyok Sukawi

Baca juga: Kasus DBD di Semarang Naik Hampir Tiga Kali Lipat, 30 Kasus Meninggal Dunia, Kecamatan Ini Tertinggi

Menurut Setiawan, penculikan terjadi di tempatn usahanya di Jalan Hasanuddin, dekat Stasiun Poncol, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (9/1/2023).

"Kejadianya sekitar pukul 15.30 WIB, dia (Santoso) datang ke warung saya."

"(Waruang) saya sudah tutup, mau pulang, tinggal pulang saja."

"Dia (pelaku) datang, terus malah ngobrol-ngobrol tentang ilmu-ilmu gitu. Habis itu ditanggapi sama istri saya."

"Selang berapa lama, dia minta diantar ambil barang rongsokan sama saya," jelasnya kepada awak media di Mapolsek Semarang Utara, Selasa.

Menurut Setiawan, dirinya mengantar Santoso mengambil barang rongsokan di depan Jamu Borobudur Jalan Hasanudin.

Setelah itu, keduanya kembali ke warung Setiawan.

"Dari situ, mampir ke warung lagi. Terus saya duduk, pikirnya sudah selesai, orang sudah saya anterin. Lha kok ndak taunya, ngobrol sebentar, salaman, terus anak sama motor hilang," ungkapnya.

Setiawan mengaku, saat motor dan anaknya dibawa pelaku, dia mengetahui. Namun, dia tak bisa mengeluarkan suara atau bahkan berteriak.

"Sebenarnya saya itu tahu tapi saya tidak bisa ngomong apa-apa, mau teriak apa tidak bisa," bebernya.

Baca juga: Wayang Potehi Semarang Menolak Punah. Gaet Anak Putus Sekolah untuk Regenerasi Dalang

Baca juga: Jalan Pantura Semarang-Demak Mulai Berlubang Imbas Banjir, Setiap Malam Terjadi Kecelakaan

Setiawan mengungkapkan, sebelum pelaku meningalkan lokasi, ia sempat diajak berjabat tangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved