Banjir Kudus
Mudah dan Gratis! Korban Banjir Kudus Bisa Urus Administrasi Kependudukan di Tempat Pengungsian
Disdukcapil Kudus menerjunkan tiga tim jemput bola untuk melayani administrasi kependudukan (adminduk) korban banjir.
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus menerjunkan tiga tim jemput bola untuk melayani administrasi kependudukan (adminduk) korban banjir.
Pelayanan tanpa syarat ini mulai diaktifkan pada Selasa (3/1/2023), di tiga lokasi pengungsian, yakni posko bencana di aula kantor DPRD Kudus; Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati; dan Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo.
Kepala Disdukcapil Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, pelayanan adminduk peduli bencana banjir ini didasarkan pada surat pemberitahuan status darurat bencana oleh bupati Kudus.
Baca juga: Hati-hati! Jalan Pantura Kudus Masih Banjir. Lalu Lintas Menuju Pati Dialihkan Lewat Kudus Kota
Baca juga: Banjir di Kudus Meluas: 17 Desa Terendam Air, 643 Jiwa Mengungsi
Eko mengungkapkan, pelayanan ini menyasar semua korban bencana banjir di pengungsian yang ingin mengurus KTP, KK, akte kelahiran, akte kematian, dan beberapa data kependudukan lain yang hilang atau rusak, dampak bencana.
Eko memastikan, layanan ini gratis tanpa dipungut biaya dan tanpa syarat apapun sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat terdampak banjir.
"Hari ini, kami terjunkan tiga tim di tiga lokasi posko pengungsian bencana, masing-masing tim terdiri dari empat petugas jemput bola," terangnya saat meninjau pelaksanaan program di posko bencana Aula DPRD Kudus.
Eko menyebut, semua layanan terkait Adminduk bakal dicetak langsung di lokasi.
Semua itu diberikan dalam rangka mempermudah fasilitas pelayanan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan, mengingat pentingnya dokumen-dokumen adminduk sebagai syarat mengurus berbagai keperluan.
Pihaknya juga bakal menerjunkan tim yang sama untuk memberikan pelayanan serupa di posko-posko bencana lain.
Baca juga: Sopir Tak Matikan Mesin, Mobil L300 Terbakar saat Mengisi BBM di SPBU Jenderal Sudirman Kudus
Baca juga: Sekolah dan Murid Jadi Korban Banjir, Kegiatan Belajar di SD 3 Jati Wetan Kudus Dilakukan Daring
Misalnya, di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo; Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan; Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu; dan Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati.
Petugas juga bakal menyisir daerah-daerah yang terendam banjir dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Prinsipnya, langsung cetak di lokasi. Kalau ada warga mengajukan baru, kami proseskan seperti pelayanan pada hari-hari biasa," ujarnya.
Pelayanan ini berlangsung pukul 08.00-14.00 WIB.
Eko juga memastikan bahwa pelayanan adminduk di kantor Disdukcapil Kudus tetap berjalan karena tim yang diterjunkan ke lokasi pengungsian adalah tim jemput bola. (*)
Baca juga: Cek Lokasi Banjir di Semarang, Kapolda Jateng Jamin Keamanan Aset Warga yang Mengungsi
Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan Pemancing Mengapung di Kali Anyar Jebres Solo, Perut Tampak Besar
Baca juga: Berubah Pikiran, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Menolak Saling Jadi Saksi Pembunuhan Brigadir J
Baca juga: Perppu Cipta Kerja Dikhawatirkan Timbulkan PHK Massal, Pesangon Hanya 0,5 Kali Upah
banjir kudus
banjir kudus 2023
disdukcapil kudus
layanan administrasi kependudukan
dokumen kependudukan korban banjir
Kudus Hari Ini
TribunBanyumas.com
Tribun Banyumas
42 SD dan SMP di Kudus Kebanjiran, Beberapa Sekolah Diliburkan |
![]() |
---|
Banjir Melanda Empat Desa di Mejobo Kudus, 350 Rumah Terendam dan 1.100 Jiwa Terdampak |
![]() |
---|
Banjir di Kudus Meluas, Puluhan Warga Mengungsi |
![]() |
---|
Banjir Merendam Lima Desa di Kudus, 2.539 Warga Terdampak. Belum Ada Pengungsi |
![]() |
---|
Puluhan Motor Mogok saat Terjang Banjir Jalan Kudus-Purwodadi, Warga: Setiap Hari Lewati Banjir 1 Km |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.