Minggu, 7 Juni 2026

Banjir Kudus

Banjir di Kudus Meluas, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir yang terjadi di Kabupaten Kudus meluas. Wilayah yang terendam banjir bertambah menjadi enam desa dari semula lima desa.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: mamdukh adi priyanto
Rifqi Gozali/TribunBanyumas.com
Warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus saat beraktivitas menggunakan perahu di tengah genangan banjir, Jumat (24/1/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Banjir yang terjadi di Kabupaten Kudus meluas. Wilayah yang terendam banjir bertambah menjadi enam desa dari semula lima desa.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, sampai pada 25 Januari 2025 pukul 08.00 banjir melanda di enam desa yakni Desa Pasuruhan Lor tepatnya Dukuh Goleng, Kecamatan Jati. 

Kemudian lima desa yang terdampak banjir yakni di Kecamatan Kaliwungu meliputi Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Banget, Garung Kidul, dan Desa Blimbing Kidul.

Baca juga: Banjir Merendam Lima Desa di Kudus, 2.539 Warga Terdampak. Belum Ada Pengungsi

Akibat banjir ini, sebanyak 4.638 warga di enam desa tersebut terdampak banjir.

Kemudian, untuk yang terendam yakni sebanyak 225 rumah dan yang terdampak banjir sebanyak 1.253 rumah.

"Kemudian untuk yang mengungsi sampai saat ini ada 88 jiwa," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Munaji.

Banjir selain melanda permukiman juga menggenangi lahan pertanian.

Baca juga: Para Napi di Lapas Purwodadi Grobogan Mengungsi ke Blora Akibat Banjir

Data BPBD Kudus mencatat ada seluas 283 hektare sawah yang terendam banjir.

Optimalisasi Kolam Retensi

Menanggapi adanya banjir yang acap kali terjadi setiap musim hujan ini Penjabat Bupati Kudus, Herda Helmijaya mengatakan bahwa pihaknya dengan pemerintah pusat tengah berupaya untuk mengendalikan air agar tidak kembali terjadi banjir.

Salah satu yang sudah dilakukan yakni dengan ada kolam retensi di Desa Jati Wetan.

"Dengan adanya kolam retensi ini dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah genangan di daerah rawan banjir."

"Semoga pengelolaan debit air dapat dilakukan secara optimal untuk memastikan desa-desa rawan banjir tetap aman," kata Herda.

Dengan adanya kolam retensi dinilai cukup efektif karena permukiman di Desa Tanjungkarang, Desa Jetis Kapuan, dan Desa Jati Wetan yang sebelumnya menjadi langganan banjir kini relatif bebas dari genangan.

Kemudian, kali ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga sudah memulai melakukan normalisasi Sungai Wulan dengan mengeruk sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai.

Seperti banjir yang terjadi kali ini di enam desa di Kecamatan Kaliwungu maupun Jati merupakan dampak dari melimpasnya aliran Sungai Wulan.

Dengan adanya upaya-upaya tersebut diharapkan ke depan tidak ada lagi banjir yang melanda.

Sementara untuk warga yang saat ini mengungsi Herda memastikan agar stok logistik untuk mereka aman.

Dan diharapkan banjir segera surut agar para pengungsi bisa segera kembali ke rumah. (*)

Baca juga: Marah, Warga Nekat Segel Pintu Masuk TPA Tanjungrejo Kudus Pakai Las

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved