Jumat, 17 April 2026

Berita Banyumas

Tebing Sungai Pelus di Kembaran Banyumas Gerus Jalan, Tujuh Rumah Terancam Longsor

Tujuh rumah di atas tebing Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Rumah di atas tebing Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor, Rabu (16/11/2022). Saat ini, tebing mulai longsor dan memakan jalan kampung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tujuh rumah di atas tebing Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor.

Saat ini, rumah-rumah tersebut hampir berada di dekat bibir tebing sungai setelah tebing ambrol dan menggerus jalan kampung.

Kondisi tersebut membuat warga, khususnya di RT 04 RW 02, Desa Dukuh Waluh, merasa terancam dan ketar-ketir, terutama saat hujan deras turun.

Baca juga: 1 Rumah di Bantaran Sungai Pelus Arcawinangun Banyumas Ambrol, Seorang Lansia Hilang

Baca juga: BPBD Banyumas Bakal Paksa 6 KK di Bantaran Sungai Pelus Arcawinangun Pindah ke Rumah Relokasi

Suhud, satu di antara warga penghuni rumah tersebut mengatakan, longsor tebing sungai sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

"Sejak 19 September 2022, Bronjong di belakang musala habis tergerus arus sungai."

"Sebelumnya, jarak antara jalan dan pinggir tebing itu sekitar dua meter.

Tapi, sekarang malah habis hampir separuh dan tidak bisa dilewati," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Tabrakan Motor di Rawalo Banyumas, Dua Pelajar Tewas di Kolong Truk Elpiji Pertamina

Baca juga: Sukses Kelola Sampah, Bupati Banyumas Jadi Pembicara Konferensi PBB Soal Perubahan Iklim di Mesir

Dari tujuh bangunan yang terancam ambrol, bangunan musala paling terancam.

"Sudah bilang ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS) dan siap menangani semua."

"Harapannya, segera berfungsi jalan seperti semula karena setiap hujan lebat, pasti khawatir," katanya.

Ia menerangkan bahwa pinggiran Sungai Pelus rawan longsor.

Kejadian pada September lalu juga sudah menelan korban jiwa karena ada satu rumah yang abruk dan longsor ke sungai.

"Kondisi tanah sangat labil, tanah gembur bukan tanah wadas," jelasnya. (*)

Baca juga: Pria Paruh Baya Tewas Tenggelam di Irigasi Dekat Taman Kota, Identitasnya Terkuak Berkat MAMBIS

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Tak Bertambah Sejak 15 November, Masih Ada 14 Pasien Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Gedung SDN di Pekalongan Terendam Banjir Rob, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga Selama 3 Pekan

Baca juga: Sepasang Remaja Berpakaian Seragam Sekolah Terekam Mesum, Diduga Terjadi di GOR Balai Jagong Kudus

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved