Berita Banyumas

BPBD Banyumas Bakal Paksa 6 KK di Bantaran Sungai Pelus Arcawinangun Pindah ke Rumah Relokasi

BPBD Banyumas bakal memaksa warga di bantaran Sungai Pelus pindah ke rumah relokasi yang telah disediakan agar tak ada lagi korban saat tebing ambrol.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
tribunbanyumas.com/permata putra sejati
Relawan mengevakuasi jasad seorang nenek yang terseret longsor di kamar rumahnya. Nenek berusia 80 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas bakal memaksa warga di bantaran Sungai Pelus di Jalan Asrama RT 04 RW 04, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, menempati rumah relokasi.

Enam kepala keluarga (KK) di bantaran sungai tersebut sebenarnya telah mendapat rumah relokasi di Kecamatan Cilongok.

Namun, mereka kembali ke rumah lama mereka hingga kejadian rumah ambrol akibat tebing Sungai Pelus tergerus arus sungai dan memakan satu korban, terjadi, Senin (19/9/2022) malam.

Kepala BPBD Banyumas Budi Nugroho mengatakan, rumah ambrol karena tergerus arus Sungai Pelus bukan kali pertama.

"Pada 2020 dan 2021 lalu, peristiwa serupa juga terjadi. Tercatat, ada 12 rumah yang masuk daerah rawan ambrol," kata Budi, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Terseret Longsoran saat di Kamar Rumah, Nenek 80 Tahun Ditemukan Tewas di Purwokerto Banyumas

Baca juga: Kerjakan Proyek di Sekolah, Warga Banyumas Malah Cabuli 3 Siswa. Alasannya Bikin Geram

Dari jumlah itu, tujuh kepala keluarga (KK) telah dibuatkan rumah sebagai tempat relokasi pada 2021.

Namun, hanya satu keluarga yang kini benar-benar pindah dan menempati rumah relokasi.

Sementara, enam KK lain, memilih balik lagi ke bantaran Sungai Pelus.

Susilowati (80), korban tewas akibat rumah ambrol, merupakan satu di antara keluarga yang semestinya direlokasi.

"12 rumah terdampak, 6 KK akan kami pindahkan lagi ke Cilongok. Sementara, lima keluarga diungsikan ke Wisma Kencana Arca, sisanya, satu keluarga sudah pindah ke Cilongok," jelasnya.

Baca juga: Putusan MA Soal Sengketa Kebondalem Belum Turun, PT GCG Minta Bupati Banyumas Bijak Berkomentar

Baca juga: Bertemu Persibangga Purbalingga dan PSIW Wonosobo, Persibas Banyumas: Juara Grup Harga Mati!

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di bantaran Sungai Pelus ambrol, Senin malam.

Kejadian sekira pukul 19.30 WIB itu dipicu hujan deras di hulu sungai sejak pukul 15.00 WIB sehingga arus Sungai Pelus menjadi deras dan menggerus tebing permukiman.

Di dalam rumah tersebut, satu orang atas nama Susilowati yang sedang di kamar, hilang ikut terbawa longsoran.

Susilowati ditemukan Selasa (20/9/2022) pagi dalam kondisi tewas. (*)

Baca juga: Gubernur Ganjar Ungkap Aneka Persoalan dalam Mengelola Potensi Pesisir Utara dan Selatan Jawa

Baca juga: Undang-undang Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Sebarkan Nama Lengkap dan Agama Bisa Dipidana

Baca juga: Anak Muda di Purbalingga Produksi Pupuk Organik dari Limbah Peternakan, Cocok untuk Sayur dan Bunga

Baca juga: Info Harga Sembako Kabupaten Banyumas 20 September 2022: Harga Sembako Terpantau Stabil

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved