Berita Banyumas
Lucunya Kelinci-kelinci di Pasar Minggon GOR Satria Purwokerto Banyumas, Ini Daftar Harganya
Kehadiran sejumlah kelinci hias di Pasar Minggon GOR Satri Purwokerto, Minggu (2/10/2022) pagi, menarik perhatian pengunjung.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kehadiran sejumlah kelinci hias di Pasar Minggon GOR Satri Purwokerto, Minggu (2/10/2022) pagi, menarik perhatian pengunjung.
Kelinci-kelinci berbagai ras itu terlihat menggemaskan dengan keaktifan dan bulu lembutnya yang memiliki warna beragam.
Nanang, penjual kelinci hias mengatakan, pihaknya menyediakan kelinci jenis Anggora, Australia, Bligon, Holland Lop, dan Mini Rex.
"Harganya, yang paling mahal itu Hollan Lop, Rp200 ribu untuk umur sekitar 2 bulan."
"Kalau jenis lain, rata-rata Rp50ribu-Rp60 ribu," kata Nanang ditemui di Pasar Minggon.
Baca juga: Ngamuk dan Ancam Bunuh Keluarga, Pria di Tambaksogra Diamankan Relawan ODGJ Banyumas. Butuh 2 Jam
Baca juga: KPU Banyumas ungkap Ada Warga Gagal Daftar Panwascam karena Tercatut sebagai Anggota Parpol
Baca juga: Kades Cilongok Banyumas Waluyo Hadapi Persidangan Massa. Lagi-lagi, Warga Menuntut Mundur
Dia menjelaskan, kelinci hias memiliki spesifikasi dan ukuran berbeda dari kelinci lokal pedaging.
Lantaran masuk kategori kelinci hias, mamalia ini harus dirawat dan dijaga kebersihannya.
Soal makan, Nanang mengatakan, kelinci hias bisa diberi makanan berupa rumput, wortel, selada, kangkung, tomat, biji-bijian, ubi jalar, brokoli, daun pepaya, lobak, serta pelet khusus kelinci.
Sementara, untuk perawatan, menurut Nanang, tak butuh perlakuan khusus.
Pemelihara hanya perlu mengetahui makanan dan minuman kesukaan kelinci peliharaannya.
Kemudian, harus diketahui pula hal-hal yang dapat membuat kelinci mudah stres.
Proses memandikan kelinci juga harus tepat dan memastikan kandang kelinci hias dibersihkan secara rutin dan bersih. (*)
Baca juga: Kasus KDRT terhadap Lesti Kejora Masuk Tahap Penyidikan, Rizky Billar Diperiksa Pekan Depan
Baca juga: Dilarang di FIFA, Kenapa Gas Air Mata Digunakan saat Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya?
Baca juga: Gubernur Ganjar Sebut Kampung Wisata Batik Kauman Solo Jadi Alternatif Wisata Dalam Negeri
Baca juga: Korban Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya Bertambah Jadi 129 Orang, Belum Semua Teridentifikasi